Senin, 18 MEI 2026 • 11:15 WIB

Hidayah dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Cara Meraih Petunjuk Allah SWT

Author

Ilustrasi mendapat hidayah. (Freepik)

INDOZONE.ID - Dalam kehidupan seorang Muslim, istilah hidayah memiliki makna yang sangat mendalam. 

Kata ini sering terdengar ketika seseorang mulai berubah menjadi pribadi yang lebih baik, semakin rajin beribadah, atau kembali mendekat kepada Allah SWT, setelah lama lalai menjalankan ajaran agama. 

Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami apa itu hidayah, macam-macamnya, serta bagaimana cara meraihnya. Berikut di antaranya.

Baca juga:  Bukan Sekadar Hari Biasa! Ini 12 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam

Pengertian Hidayah dalam Islam

Ilustrasi berdoa. (Eliani Kusnedi)

Secara bahasa, hidayah berasal dari bahasa Arab yang berarti petunjuk, bimbingan, atau arahan menuju jalan yang benar.

Kata ini berasal dari akar kata hadaa yang memiliki makna menunjukkan jalan, atau membimbing seseorang menuju tujuan tertentu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hidayah diartikan sebagai petunjuk atau bimbingan Tuhan kepada manusia.

Sementara dalam istilah Islam, hidayah memiliki arti yang lebih luas, yakni petunjuk dari Allah SWT yang mengarahkan manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat.

Para ulama menjelaskan, hidayah merupakan cahaya yang Allah berikan kepada hati manusia, sehingga mampu menerima kebenaran.

Hidayah juga membuat seseorang memiliki keinginan untuk melakukan kebaikan, dan menjauhi keburukan.

Imam Al-Ghazali menerangkan, hidayah adalah petunjuk yang membawa manusia kepada kemenangan, dan kebahagiaan di sisi Allah SWT.

Sedangkan Ibnu Qayyim menjelaskan, hidayah adalah penerangan jalan hidup agar manusia tidak tersesat dalam menjalani kehidupan.

Tanpa hidayah, manusia dapat kehilangan arah, dan mudah terpengaruh oleh hawa nafsu serta godaan dunia.

Sebaliknya, seseorang yang mendapatkan hidayah akan lebih mudah menjalani hidup dengan tenang, sabar, dan penuh rasa syukur.

Baca juga: Cara Menjawab Adzan Sesuai Sunnah dan Keutamaannya bagi Umat Islam

Hidayah Merupakan Hak Allah SWT

Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah, hidayah sepenuhnya berada di tangan Allah SWT. Tidak ada manusia yang mampu memberikan hidayah kepada orang lain jika Allah belum menghendakinya.

Bahkan Rasulullah SAW sekalipun, tidak memiliki kuasa memberikan hidayah kepada siapa pun. Tugas seorang nabi hanyalah menyampaikan kebenaran, sedangkan yang membuka hati manusia hanyalah Allah SWT.

Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa Allah memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Oleh sebab itu, manusia hanya bisa berusaha dan berdoa agar diberikan hati yang terbuka untuk menerima kebenaran.

Kesadaran bahwa hidayah berasal dari Allah juga mengajarkan manusia, untuk tidak sombong ketika merasa dirinya lebih baik dari orang lain.

Bisa jadi seseorang yang hari ini masih jauh dari agama, justru suatu saat memperoleh hidayah dan menjadi pribadi yang lebih saleh.

Macam-macam Hidayah dalam Islam

Para ulama membagi hidayah ke dalam beberapa tingkatan. Salah satu pembagian yang cukup dikenal berasal dari ulama tafsir asal Mesir, Syaikh Ahmad Mustafa Al-Maraghi. Menurut beliau, hidayah terdiri atas lima macam.

1. Hidayah al-Ilhami atau Hidayah Naluri

Hidayah al-Ilhami merupakan petunjuk berupa naluri atau insting, yang diberikan Allah SWT kepada setiap makhluk hidup, baik manusia maupun hewan.

Naluri ini sudah ada sejak makhluk hidup dilahirkan. Contohnya adalah bayi yang secara alami mampu mencari air susu ibunya, meskipun belum pernah diajarkan.

Begitu pula hewan yang mampu bertahan hidup dengan mengikuti insting yang telah Allah tanamkan dalam dirinya.

Jenis hidayah ini menunjukkan, betapa besar kekuasaan Allah SWT dalam mengatur kehidupan makhluk-Nya. Tanpa naluri tersebut, manusia dan hewan akan kesulitan menjalani kehidupannya.

Meski begitu, hidayah naluri hanya menjadi petunjuk dasar dan belum cukup, untuk membawa manusia menuju kesempurnaan hidup. Karena itulah Allah memberikan jenis hidayah lainnya.

2. Hidayah al-Hawasi atau Hidayah Pancaindra

Jenis hidayah berikutnya adalah hidayah melalui pancaindra. Allah SWT memberikan manusia kemampuan melihat, mendengar, mencium, meraba, dan merasakan agar dapat mengenali dunia di sekitarnya.

Melalui mata, manusia dapat melihat berbagai tanda kebesaran Allah. Dengan telinga, manusia dapat mendengar nasihat dan ilmu pengetahuan.

Semua indra tersebut membantu manusia memahami lingkungan dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Namun, kemampuan pancaindra manusia memiliki keterbatasan. Ada kalanya mata tertipu oleh ilusi atau telinga salah menangkap informasi.

Oleh sebab itu, manusia membutuhkan akal untuk membantu menyempurnakan fungsi indra tersebut.

3. Hidayah al-Aqli atau Hidayah Akal

Allah SWT memberikan akal kepada manusia sebagai pembeda utama antara manusia dan makhluk lainnya. Dengan akal, manusia mampu berpikir, memahami, mempertimbangkan, dan mengambil keputusan.

Hidayah akal membantu manusia mengolah informasi yang diterima oleh pancaindra. Akal juga memungkinkan manusia mempelajari ilmu pengetahuan, memahami manfaat dan bahaya suatu tindakan, serta memikirkan masa depan.

Islam sangat menghargai penggunaan akal. Banyak ayat Al-Qur’an yang mengajak manusia untuk berpikir dan merenungkan ciptaan Allah SWT.

Meski demikian, akal manusia tetap memiliki batas. Tidak semua hal dapat dipahami hanya melalui logika. Perkara seperti kehidupan setelah mati, surga, neraka, dan takdir memerlukan petunjuk wahyu agar dapat dipahami dengan benar.

4. Hidayah al-Adyani atau Hidayah Agama

Hidayah agama merupakan petunjuk yang Allah SWT berikan melalui para nabi dan kitab suci. Dalam Islam, petunjuk tersebut terdapat di dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW.

Melalui agama, manusia diajarkan tentang keimanan, ibadah, akhlak, serta tata cara menjalani kehidupan yang baik.

Agama juga memberikan jawaban atas berbagai persoalan hidup yang tidak mampu dijelaskan sepenuhnya oleh akal manusia.

Hidayah agama sangat penting karena manusia tidak cukup hanya mengandalkan naluri dan akal. Tanpa petunjuk agama, manusia bisa tersesat dan menggunakan akalnya untuk hal-hal yang merugikan.

Dengan mengikuti ajaran agama, manusia dapat menjalani hidup secara seimbang, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

5. Hidayah Taufik

Hidayah taufik adalah tingkatan hidayah yang paling tinggi dan paling istimewa. Hidayah ini berupa kemampuan untuk menerima, menjalankan, dan istiqamah dalam kebenaran.

Tidak semua orang yang mengetahui ajaran agama mampu mengamalkannya. Ada orang yang memahami kewajiban salat, tetapi masih malas melaksanakannya.

Ada pula yang mengetahui larangan berbuat dosa, tetapi tetap sulit meninggalkannya.

Hidayah taufik membuat seseorang mampu menjalankan ilmu yang dimilikinya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Hidayah ini hanya diberikan Allah SWT kepada hamba yang dikehendaki-Nya. Oleh sebab itu, setiap Muslim dianjurkan untuk terus berdoa memohon hidayah dan kemudahan dalam menjalankan kebaikan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ankabut ayat 69:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

Ayat tersebut menjelaskan, Allah akan menunjukkan jalan-jalan kebaikan kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari keridaan-Nya.

Mengapa Hidayah Sangat Penting?

Hidayah memiliki peranan besar dalam kehidupan manusia. Tanpa hidayah, seseorang bisa hidup dalam kebingungan, kegelisahan, dan kehilangan arah hidup.

Banyak orang yang memiliki harta melimpah dan kedudukan tinggi, tetapi tetap merasa kosong karena jauh dari petunjuk Allah SWT.

Sebaliknya, orang yang mendapatkan hidayah akan merasakan ketenangan hati meski hidup dalam kesederhanaan.

Hidayah juga membantu seseorang memperbaiki akhlak dan kebiasaannya. Orang yang sebelumnya mudah marah, malas beribadah, atau gemar melakukan dosa bisa berubah menjadi lebih baik setelah mendapatkan hidayah.

Selain itu, hidayah membuat manusia lebih mudah menerima nasihat, dan memiliki kesadaran untuk terus memperbaiki diri.

Cara Memperoleh Hidayah dari Allah SWT

Meski hidayah adalah hak Allah SWT, manusia tetap diperintahkan untuk berusaha mencarinya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar hati lebih mudah menerima petunjuk Allah.

1. Rajin Beribadah

Ibadah merupakan jalan utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semakin dekat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya, semakin besar peluang memperoleh hidayah.

Salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan menjalankan ibadah sunnah dapat membantu membersihkan hati dan menenangkan jiwa.

Ibadah yang dilakukan dengan ikhlas juga membuat seseorang lebih mudah memahami makna kehidupan dan menjauhi perbuatan maksiat.

2. Memperbanyak Istighfar dan Tobat

Manusia tidak pernah lepas dari kesalahan dan dosa. Dosa yang menumpuk dapat membuat hati menjadi keras dan sulit menerima kebenaran.

Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk terus memohon ampun kepada Allah SWT melalui istighfar dan tobat.

Tobat yang sungguh-sungguh dapat membersihkan hati dan membuka jalan datangnya hidayah. Semakin bersih hati seseorang, semakin mudah pula ia menerima petunjuk Allah SWT.

3. Menuntut Ilmu

Ilmu merupakan cahaya yang membantu manusia memahami ajaran agama dan kehidupan. Dengan ilmu, seseorang dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Islam sangat mendorong umatnya untuk terus belajar, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan.

Namun, ilmu tidak cukup hanya dipahami. Ilmu harus diamalkan agar benar-benar membawa manfaat, dan menjadi jalan menuju hidayah.

4. Memilih Lingkungan yang Baik

Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku seseorang. Berteman dengan orang-orang saleh dapat membantu menjaga semangat ibadah dan memperkuat iman.

Sebaliknya, lingkungan yang buruk dapat menyeret seseorang kepada perbuatan dosa dan menjauhkan diri dari Allah SWT.

Karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memilih lingkungan yang mendukung perubahan positif dan memperkuat nilai-nilai agama.

5. Menjalani Gaya Hidup Positif

Menjalani pola hidup yang baik juga termasuk bagian dari usaha memperoleh hidayah. Menjaga kesehatan, berkata jujur, berbuat baik kepada sesama, serta menghindari kebiasaan buruk dapat membantu membersihkan hati.

Kehidupan yang dipenuhi dengan kebaikan akan membuat seseorang lebih mudah menerima nasihat dan petunjuk dari Allah SWT.

Tanda-tanda Seseorang Mendapatkan Hidayah

Ada beberapa tanda yang biasanya terlihat pada orang yang mulai mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Di antaranya:

- Hatinya menjadi lebih tenang ketika mengingat Allah
- Semakin rajin beribadah
- Mudah tersentuh oleh nasihat agama
- Memiliki keinginan meninggalkan maksiat
- Lebih berhati-hati dalam bertindak
- Senang berkumpul dengan orang saleh
- Memiliki rasa syukur yang lebih besar

Perubahan tersebut biasanya tidak terjadi secara instan. Hidayah sering datang melalui proses panjang yang penuh pembelajaran dan ujian hidup.

Hidayah merupakan nikmat besar yang sangat berharga dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan hidayah, manusia dapat memahami tujuan hidup, menjalani kehidupan sesuai ajaran agama, dan memperoleh ketenangan hati.

Dalam Islam, hidayah terdiri atas beberapa tingkatan, mulai dari naluri, pancaindra, akal, petunjuk agama, hingga hidayah taufik yang menjadi anugerah tertinggi dari Allah SWT.

Meski hidayah sepenuhnya berada di tangan Allah SWT, setiap manusia tetap diperintahkan untuk berusaha mencarinya melalui ibadah, tobat, menuntut ilmu, dan memperbaiki diri.

Karena itu, jangan pernah berhenti memohon petunjuk kepada Allah SWT. Sebab, hidup tanpa hidayah akan terasa hampa dan kehilangan arah.

Sedangkan hidup dengan hidayah, akan membawa manusia menuju ketenangan dan keselamatan dunia maupun akhirat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Penulis

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU