Jumat, 29 MEI 2026 • 15:40 WIB

Benarkah Janggut Sarang Bakteri? Ini Fakta Medis dan Cara Merawatnya

Author

Ilustrasi janggut sarang bakteri. (Pinterest)

INDOZONE.ID - Janggut sering dianggap identik dengan penampilam maskulin dan dewasa. 

Namun di balik tren brewok yang semakin populer, muncul anggapan bahwa janggut merupakan sarang bakteri dan lebih kotor dibanding rambut kepala. 

Gak sedikit pria akhirnya khawatir memelihara janggut. Tapi, benarkan janggut memang jadi sarang bakteri? 

Faktanya, dalam dunia medis, selama dirawat dengan benar janggut selalu lebih kotor dibanding area tubuh lainnya. 

Baca juga: Dear Pria, Inilah Kiat-kiat Merawat Janggut Biar Tetap Keren

Apakah Janggut Sarang Bakteri?

Jawabannya, ya. Namun, bukan berarti langsung berbahaya. 

Kulit manusia secara alami memiliki mikroorganisme atau mikrobioma, termasuk bakteri baik dan jamur dalam jumlah tertentu. 

Penelitian menunjukkan bahwa area rambut memang jadi tempat hidup berbagai mikroorganisme alami pada kulit. 

Artinya, keberadaan bakteri di janggut sebenarnya normal, sama seperti pada rambut kepala atau kulit wajah. 

Kenapa Janggut Sering Disebut Sarang Bakteri?

Mitos ini muncul karena janggut sering meninggalkan sisa makanan, minyak kulit, debu, keringat, hingga sel kulit mati. 

Jika jarang dibersihkan, kondisi lembab pada rambut wajah memang bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri tertentu.

Penelitian menemukan bahwa pertumbuhan bakteri lebih tinggi di janggut, dibandingkan wajah tanpa rambut.

Namun para ahli dermatologi menegaskan bahwa masalah utamanya bukan pada janggutnya, melainkan kebiasaan kebersihan si pemilik janggut. 

Fakta: Ada Bakteri Baik di Janggut

Menariknya, tidak semua bakteri di janggut bersifat buruk. Beberapa studi bahkan menemukan adanya mikroorganisme yang dapat membantu melawan bakteri lain. 

Karena itu, mencukur habis janggut bukan otomatis membuat wajah steril. Yang paling penting adalah menjaga keseimbangan kebersihan kulit dan rambut wajah.

Tanda Janggut Kurang Bersih

Janggut yang tidak dirawat biasanya menunjukkan beberapa ciri berikut:

  • Terasa gatal terus-menerus
  • Bau tidak sedap
  • Kulit bawah janggut berketombe
  • Muncul jerawat atau ruam
  • Rambut janggut terasa kasar dan kusam

Jika kondisi ini muncul, kemungkinan ada penumpukan minyak, kotoran, dan bakteri akibat perawatan yang kurang tepat. 

Baca juga: Pria ini Punya Janggut Yang Unik dan Dijadikan Wadah untuk Makan Mie, Bikin Netizen Geli

Cara Membersihkan Janggut agar Bebas Kuman

Merawat janggut sebenarnya tidak rumit. Kuncinya adalah rutin menjaga kebersihan area wajah dan rambut.

  • Cuci janggut secara rutin
  • Keringkan sampai tidak lembab
  • Rapikan dan sisir janggut
  • Jangan sering menyentuh janggut dengan tangan kotor
  • Gunakan beard oil secukupnya
  • Perhatikan pola makan dan gaya hidup

Jadi secara teknis, janggut memang memiliki bakteri karena merupakan bagian dari mikrobioma alami tubuh manusia.

Namun kondisi tersebut normal dan tidak otomatis berbahaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nationalgeographic.grid.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU