INDOZONE.ID - Akses terhadap ruang publik dan kegiatan olahraga yang ramah bagi semua kalangan dinilai masih menjadi tantangan di Indonesia, terutama bagi penyandang disabilitas.
Karena itu, upaya menghadirkan lingkungan yang inklusif dinilai penting agar setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial maupun olahraga.
Komitmen tersebut kembali digaungkan melalui ajang lari inklusif Run for Equality 2026 yang akan digelar pada 26 Juli 2026 di Senayan Park, Jakarta.
Mengusung tema Equal Steps, Equal Play, kegiatan ini menghadirkan kategori lari 3K, 5K, dan 10K, dengan tujuan mendorong terciptanya ruang olahraga yang aman, nyaman, dan setara bagi seluruh anak, termasuk anak perempuan dan penyandang disabilitas.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti mengatakan, olahraga seharusnya menjadi ruang yang terbuka bagi semua orang tanpa diskriminasi.
"Melalui Run for Equality 2026, kami ingin mendorong terciptanya ruang olahraga dan ruang publik yang lebih inklusif, di mana setiap anak dan kaum muda, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, bermain, dan berkembang tanpa diskriminasi," kata Dini di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Baca juga: Dapur MBG Sukoharjo Jadi Ruang Kesempatan bagi Pekerja Disabilitas
Upaya tersebut menjadi relevan mengingat masih banyak penyandang disabilitas yang menghadapi hambatan dalam mengakses berbagai layanan dasar, termasuk fasilitas publik.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menunjukkan hanya 17,2 persen penyandang disabilitas usia produktif yang memiliki akses terhadap pendidikan formal.
Selain itu, lebih dari separuh penyandang disabilitas masih menghadapi kendala dalam mengakses layanan kesehatan, pekerjaan, pendidikan, hingga ruang publik yang aman dan inklusif.
Komisioner Komnas Disabilitas Jonna Aman Damanik menegaskan, inklusivitas tidak cukup hanya dengan menghadirkan penyandang disabilitas dalam sebuah kegiatan, tetapi juga memastikan mereka dapat terlibat secara penuh dan setara.
"Inklusivitas bukan hanya tentang menghadirkan penyandang disabilitas dalam sebuah kegiatan, tetapi memastikan mereka dapat berpartisipasi secara bermakna, aman, dan setara. Inisiatif seperti Run for Equality menjadi penting untuk mendorong kesadaran publik bahwa olahraga adalah hak semua orang," ujarnya.
Dukungan terhadap penyediaan ruang publik yang inklusif juga datang dari sektor swasta. Sustainability Lead UNIQLO Indonesia Michelle Marietta Secoa menilai kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih terbuka bagi seluruh masyarakat.
"Kami percaya bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak orang dan membangun rasa percaya diri. Karena itu, penting bagi kita semua untuk terus menciptakan ruang yang lebih terbuka, nyaman, dan inklusif bagi anak-anak dan kaum muda, termasuk penyandang disabilitas," kata Michelle.
Bagi sebagian peserta, kehadiran ruang olahraga yang inklusif memiliki dampak yang lebih besar daripada sekadar aktivitas fisik. Mama Diva, penyandang disabilitas dengan rare disease Seckel Syndrome yang pernah mengikuti Run for Equality pada 2024 dan 2025, mengaku kegiatan tersebut memberinya pengalaman positif untuk tampil dan berpartisipasi bersama masyarakat luas.
Baca juga: Aksi Pria Disabilitas Bagikan Makanan dan Sembako ke Masyarakat Ini Sentuh Hati Warganet
"Run for Equality membuat saya merasa diterima dan dipercaya bahwa saya juga bisa ikut berpartisipasi seperti yang lain. Semoga semakin banyak ruang yang ramah dan inklusif untuk teman-teman disabilitas agar kami bisa lebih percaya diri dan berani menunjukkan potensi kami," ungkapnya.
Selain mengkampanyekan kesetaraan akses terhadap olahraga, Run for Equality 2026 juga menggabungkan unsur solidaritas sosial melalui penggalangan dana untuk mendukung penyediaan alat bantu dan fasilitas pendukung bagi anak-anak penyandang disabilitas di Nusa Tenggara Timur melalui platform Kitabisa.com.
CEO Kitabisa Group Vikra Ijas mengatakan, setiap peserta yang mengikuti kegiatan ini juga akan turut berkontribusi dalam program perlindungan sosial.
"Selain berkontribusi untuk membantu akses anak-anak di NTT, setiap peserta Run For Equality 2026 otomatis juga berkontribusi untuk melindungi satu sama lain bersama SalingJaga yang memberi peserta manfaat perlindungan jiwa dan kecelakaan selama satu tahun ke depan," ujarnya.
Run for Equality 2026 terbuka untuk seluruh masyarakat dan diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kesadaran bahwa ruang publik dan kegiatan olahraga harus dapat diakses oleh siapa saja.
Melalui kegiatan ini, berbagai pihak ingin mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berinteraksi, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release