INDOZONE.ID - Brightspot Market kembali hadir menyapa masyarakat urban Jakarta melalui gelaran bertajuk "brightspotCITY 2026" pada minggu ke 2 pelaksanaan yang diadakan pada tanggal 4 Juni - 7 Juni 2026
Festival lifestyle tahunan ini secara konsisten menjadi wadah serta destinasi budaya tempat generasi urban berkumpul untuk menemukan brand lokal favorit mereka.
Ribuan pengunjung tampak memadati area festival sejak hari pertama dibuka demi berburu produk fesyen hingga kuliner.
Gelaran tahun ini terasa semakin istimewa berkat kolaborasi yang dihadirkan bersama merek bir legendaris Indonesia sejak 1952, Bir Bintang.
Baca juga: Makan 1 Alpukat Sehari Bisa Bantu Kendalikan Gula Darah, Ini Alasannya
Menandai pembukaan rangkaian event pertamanya, Bintang kembali hadir sebagai Official Bir Partner dengan mendirikan "Toko Bintang" untuk keempat kalinya.
Kehadiran ruang kolaboratif ini bertujuan mengajak pengunjung festival untuk recharge, reconnect, dan menikmati momen kebersamaan yang terasa lebih berkesan.
Budaya nongkrong masyarakat urban saat ini dinilai telah mengalami evolusi yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Co-founder Brightspot Market, Anton Wirjono, menyatakan bahwa aktivitas nongkrong kini bukan lagi sekadar kegiatan berkumpul biasa melainkan sudah menjadi bagian penting dari gaya hidup.
Baca juga: Bukan Sekadar Bahan Masakan, Bubuk Cokelat Punya Manfaat Tak Terduga untuk Otak!
Menurut Anton, adanya Brightspot pun berawal dari budaya ini, karena dalam situasi santailah ide-ide besar biasanya lahir.
"Banyak hal yang terjadi, perubahan di dunia akibat nongkrong, terus ada tukar pikiran sama teman-teman, having a good time di situasi yang luas dan santai," ungkap Anton Wirjono.
Dia menambahkan bahwa alih-alih di dalam ruang rapat yang kaku, situasi nongkrong justru menjadi tempat yang sangat produktif untuk memicu kreativitas. "Jadi instead of di boardroom, mungkin di situasi-situasi nongkrong itu banyak ide yang keluar," jelasnya.
Perubahan pola interaksi sosial ini juga disetujui dan ditangkap dengan baik oleh Bir Bintang selaku mitra kolaborasi utama dalam gelaran ini.
Baca juga: Rhino Tranq Mulai Menyebar, Zat Berbahaya Ini Bisa Membuat Korban Overdosis Sulit Diselamatkan
Marketing Manager Bintang, Gaby Inkiriwang, menjelaskan bahwa momen kebersamaan di era sekarang telah bergeser menjadi sesuatu yang lebih personal atau personalized.
Oleh karena itu, piaknya berupaya merayakan keragaman latar belakang, hobi, hingga perbedaan preferensi para konsumen lewat ruang temu yang inklusif.
Gaby Inkiriwang memaparkan, "Momen kebersamaan itu bukan berarti kita harus sama terus bakatnya, atau seleranya."
Di negara yang penuh dengan perbedaan latar belakang, pengalaman, hobi, hingga preferensi ini, dia mengaku percaya bahwa esensi dari momen nongkrong akan terasa jauh lebih bermakna ketika ego dikesampingkan untuk saling membaur.
"Momen nongkrong atau kebersamaan itu semakin legendaris, semakin indah ketika kita semua ya menyatu, berkumpul," tambahnya.
Guna mewujudkan visi tersebut, pihaknya memperkenalkan konsep "Dunia Rasa Bintang" di festival brightspotCITY kali ini.
Konsep ini dihadirkan untuk memperkenalkan ekspresi dari portofolio atau varian produk bir yang lebih kaya guna memenuhi selera konsumen yang dinamis.
Karakter Bintang Crystal yang lebih halus (smooth) dan menyegarkan dinilai sangat cocok untuk menemani waktu bersantai yang lebih panjang di tengah riuhnya festival.
Toko Bintang juga menawarkan sebuah pengalaman unik yang disebut sebagai ICY CRYSTAL Experience kepada para pengunjung.
Melalui ritual ini, produk disimpan dalam suhu super dingin minus sepuluh derajat hingga mencapai konsistensi setengah membeku (semi frozen).
Gaby menjelaskan, "Dengan adanya ritual baru ini, Bintang Crystal disimpan dalam suhu yang super dingin sampai akhirnya dia agak semi-frozen, terus kita banting botolnya untuk membuat rasanya lebih smooth dan lebih crisp."
Tidak hanya menyajikan produk minuman, ruang kolaborasi ini juga merangkul deretan seniman serta merek kreatif lokal berbakat tanah air.
Pengunjung festival dapat menemukan berbagai macam koleksi merchandise edisi terbatas hasil kerja sama dengan sejumlah kreator seperti Kamengski, Conbini, dan Vindes.
"Kita juga ingin memberikan stage itu untuk local artist dan yang semoga bisa di-recognize juga, jadi bisa meng elevate momen Brightspot mereka," ujar Gaby Inkiriwang.
Eksplorasi rasa di festival brightspotCITY semakin lengkap dengan hadirnya program khusus berupa curated food pairing kuliner.
Pihak penyelenggara menggandeng beberapa merek kuliner lokal ternama seperti Goods Burger dan Warung Indonesia Barat untuk menyajikan hidangan pilihan.
Proses kurasi berjalan sangat ketat, di mana dari total sekitar 3.000 merek yang mendaftar, pihak Brightspot hanya meloloskan 251 tenant terbaik untuk mengisi ruang pameran selama sepuluh hari.
Mengenai ketatnya kurasi kuliner ini, Anton Wirjono berkelakar bahwa pengunjung tidak akan cukup meluangkan waktu hanya dalam satu hari saja.
"Brightspot kan sepuluh hari, satu hari enggak mungkin bisa makan semuanya, kamu harus balik lagi ke besok-besoknya," kata Anton Wirjono
Sering kali perpaduan makanan dan minuman yang tepat dipersiapkan dengan matang untuk membuat rasa hidangan tersebut naik kelas secara berlipat ganda.
Di tengah tantangan situasi ekonomi global, penyelenggaraan festival akbar ini membawa misi serta pesan optimisme yang sangat kuat.
Anton Wirjono menegaskan bahwa kreativitas, inovasi, dan pergerakan komunitas yang solid adalah kunci utama bagi pelaku industri dalam menghadapi resesi.
"Kalau kita kreatif, kalau kita inovatif, dan kita act as one community, kita bisa melalui itu, komunitasnya kita bangun sendiri, optimis dong!" tegas Anton menutup sesi wawancara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung