Ilustrasi buah alpukat yang bisa kontrol gula darah. (Freepik)
INDOZONE.ID - Alpukat selama ini dikenal sebagai buah yang kaya nutrisi dan punya beragam manfaat kesehatan.
Selain baik untuk kesehatan jantung, tulang, dan sistem pencernaan, penelitian terbaru menunjukkan, konsumsi alpukat setiap hari juga berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah.
Suatu penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Developments in Nutrition menemukan, mengonsumsi satu alpukat setiap hari dapat menurunkan beban glikemik (glycemic load) dalam pola makan seseorang.
Temuan ini menambah daftar manfaat alpukat bagi kesehatan, yang selama ini telah dikenal luas.
Dikutip dari Medical News Today, beban glikemik merupakan ukuran yang menunjukkan seberapa besar pengaruh jumlah tertentu dari suatu makanan, terhadap peningkatan kadar gula darah.
Baca juga: Rahasia Alpukat untuk Jantung dan Tekanan Darah yang Sehat
Menurut para peneliti, pola makan dengan beban glikemik yang lebih rendah dapat membantu mencegah diabetes, serta menurunkan risiko beberapa jenis kanker dan kematian akibat berbagai penyebab.
Dalam penelitian terbaru tersebut, para peneliti menemukan, konsumsi alpukat setiap hari secara konsisten, membantu menurunkan beban glikemik makanan yang dikonsumsi peserta penelitian.
Penelitian ini merupakan analisis lanjutan dari studi sebelumnya yang dikenal sebagai Habitual Diet and Avocado Trial.
Dalam penelitian tersebut, peserta dibagi menjadi dua kelompok:
Seluruh peserta berusia minimal 25 tahun, dan memiliki lingkar pinggang yang tergolong tinggi, yang sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit metabolik.
Selain konsumsi alpukat yang telah ditentukan, para peserta diminta untuk mempertahankan pola makan dan gaya hidup mereka seperti biasa, selama penelitian berlangsung.
Hasil penelitian menunjukkan, kelompok yang mengonsumsi alpukat setiap hari memiliki asupan beberapa nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today