Senin, 20 JULI 2026 • 14:30 WIB

Sama-sama Berarti Harapan, Ini Perbedaan Wish dan Hope yang Wajib Kamu Tahu!

Author

Ilustrasi Buku berbahasa Inggris yang diletakkan di atas meja ruang kerja. Perbedaan wish dan hope. (magnific/magnific.com)

INDOZONE.ID - Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, wish dan hope memiliki arti yang sama, yakni "berharap". Namun tahukah kamu? Dalam tata bahasa Inggris, keduanya memiliki perbedaan fungsi yang sangat signifikan dan tidak bisa digunakan secara bergantian. Kesalahan pemilihan kata ini sangat wajar dan sering dialami oleh pembelajar bahasa Inggris di Indonesia, mengingat bahasa ibu kita tidak membedakan tingkat kemungkinan sebuah harapan secara spesifik melalui satu kata.

Biar tidak salah kaprah saat berbicara atau menulis pesan untuk teman, yuk simak ulasan mengenai perbedaan wish dan hope berikut ini!

Baca juga: Perbedaan While dan Meanwhile dalam Bahasa Inggris

Memahami Perbedaan Wish dan Hope Secara Mendasar

Perbedaan paling mendasar dari kedua kosakata ini terletak pada tingkat kemungkinan terwujudnya harapan tersebut.

Hope digunakan ketika kamu membicarakan suatu harapan atau keinginan yang sangat mungkin terjadi di masa depan maupun saat ini. Harapan ini masuk akal dan ada peluang nyata untuk terwujud.

Sebaliknya, Wish digunakan untuk mengungkapkan pengandaian, harapan yang hampir mustahil terjadi, atau sesuatu yang bertentangan dengan realitas saat ini. Kata ini juga kerap dipakai untuk menunjukkan sebuah penyesalan atas kejadian di masa lalu.

Pengecualian untuk kata wish adalah ketika digunakan dalam kalimat doa atau ucapan selamat kepada orang lain, contoh: I wish you a happy birthday.

Perbandingan: Wish vs Hope

Untuk mempermudah pemahaman visualmu, perhatikan tabel komparasi berikut ini yang sering kali menjadi acuan para tutor bahasa Inggris:

Aspek Penilaian Penggunaan Kata "Hope" Penggunaan Kata "Wish"
Konteks Realitas Sangat mungkin terjadi (Realistis) Tidak mungkin terjadi / Pengandaian (Imajinatif)
Fokus Waktu Masa depan dan Masa kini Masa lalu (penyesalan) dan Masa kini (pengandaian)
Ekspresi Emosi Optimisme, Antisipasi positif Kekecewaan, Penyesalan, Doa baik (Greeting)
Contoh I hope it doesn't rain. (Semoga tidak hujan) I wish I could fly. (Andai saja aku bisa terbang)

Aturan Pakai Kata "Hope"

Kata hope cukup fleksibel dan bisa digabungkan dengan beberapa bentuk tenses, tergantung pada apa yang sedang kamu harapkan. Berikut cara menggunakannya:

  • Hope + Simple Present / Future Tense
    Digunakan untuk mengharapkan sesuatu terjadi di masa depan.
    Contoh: "I hope she passes the exam tomorrow." (Aku harap dia lulus ujian besok.)
  • Hope + To Infinitive (Verb 1)
    Digunakan untuk menyatakan tujuan atau niat si pembicara.
    Contoh: "They hope to visit Bali next year." (Mereka berharap bisa mengunjungi Bali tahun depan.)
  • Hope + Past Tense
    Digunakan ketika kamu berharap sesuatu yang baik telah terjadi di masa lalu, namun kamu belum mengetahui hasil pastinya saat ini.
    Contoh: "I hope you had a good sleep last night." (Aku harap kamu tidur nyenyak tadi malam.)

Aturan Pakai Kata "Wish"

Penggunaan kata wish sedikit lebih rumit karena melibatkan aturan subjunctive (pengandaian), di mana tenses yang digunakan harus ditarik satu langkah mundur ke masa lalu.

  • Wish + Past Tense (Mengharap kondisi saat ini berbeda)
    Meski menggunakan past tense (V2), maknanya adalah untuk masa sekarang.
    Contoh: "I wish I had more money." (Andai saja aku punya banyak uang.) -> Faktanya: Saat ini sedang tidak punya uang.
  • Wish + Past Perfect (Penyesalan masa lalu)
    Digunakan untuk menyesali sesuatu yang sudah terjadi dan tidak bisa diubah.
    Contoh: "I wish I had studied harder for the test." (Coba saja dulu aku belajar lebih giat untuk ujian itu.) -> Faktanya: Dulu tidak belajar giat dan ujiannya sudah berlalu.
  • Wish + Would / Could (Harapan perubahan di masa depan)
    Digunakan saat kamu merasa kesal dan ingin seseorang/sesuatu berubah di masa depan.
    Contoh: "I wish it would stop raining." (Andai saja hujan ini mau berhenti.)
  • Wish untuk Ucapan (Greetings)
    Dalam konteks doa yang baik, wish langsung diikuti dengan objek.
    Contoh: "I wish you all the best." (Semoga yang terbaik untukmu.)

Catatan Penting: Dalam penggunaan wish, subjek tunggal seperti I, He, She, It selalu menggunakan to be "were", bukan "was". Contoh: "I wish I were a billionaire."

Baca juga: Perbedaan Close vs Near dalam Bahasa Inggris: Penjelasan, dan Contoh Soalnya

Frequently Asked Questions (FAQ) Seputar Wish dan Hope

Untuk menjawab keraguan yang sering muncul, berikut adalah beberapa pertanyaan umum terkait materi ini:

1. Apakah boleh menjawab "I hope so" atau "I wish so"?
Jawaban yang benar dan lazim digunakan oleh native speaker adalah "I hope so" (Aku harap begitu). Frasa "I wish so" tidak digunakan dalam tata bahasa Inggris yang baku. Jika ingin merespons dengan bentuk negatif, gunakan "I hope not" (Aku harap tidak demikian).

2. Kapan waktu yang tepat menggunakan "I wish you..."?
Gunakan format ini secara eksklusif untuk memberikan ucapan selamat, doa baik, atau perayaan. Misalnya: We wish you a Merry Christmas, atau I wish you a safe journey.

3. Bolehkah mengganti kata "Hope" dengan "Wish" dalam satu kalimat yang sama?
Sangat tidak disarankan karena akan merubah makna secara drastis.
Bandingkan dua kalimat ini:
A: I hope I win the lottery. (Saya sudah beli tiketnya, dan optimis ada peluang menang).
B: I wish I won the lottery. (Saya sedang berkhayal menang lotre, padahal beli tiketnya saja tidak).

Dengan memahami perbedaan mendasar dari kedua kata kerja ini, kamu tidak perlu lagi bingung saat ingin mengekspresikan impian atau mengutarakan penyesalan dalam bahasa Inggris. Teruslah berlatih dengan membuat kalimatmu sendiri agar semakin fasih!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU