Rabu, 12 MARET 2025 • 17:25 WIB

Tradisi Pesantren Kilat, Kecepatan dan Keteraturan Belajar Selama Ramadhan

Author

Ilustrasi mendengarkan khutbah Jumat menyambut bulan Ramadhan

INDOZONE.ID - Kalau bicara soal kecepatan dan banyaknya ilmu yang ditransfer, Indonesia punya tradisi yang sangat menarik. Salah satunya ya lewat pesantren yang mengadakan pembelajaran khusus di bulan Ramadhan.

Di sana, banyak istilah yang digunakan untuk menggambarkan tradisi ini, seperti "pasanan," "pasaran," atau "kilatan." Setiap pesantren biasanya punya istilah khas mereka sendiri, tergantung daerahnya.

"Pasanan" itu berasal dari kata "puasa" dan artinya ya belajar kitab kuning dengan intensif selama bulan puasa. Kalau "pasaran" juga punya arti yang sama, cuma asal kata "pasar" di sini mengacu pada lima hari dalam kalender Jawa.

Jadi, dalam pengertian yang lebih luas, *pasaran* ini bisa berarti pembelajaran kitab kuning selama sebulan penuh.

Baca Juga: Ini Dia Besaran THR untuk Ojol Gojek dan Grab Berdasarkan Perhitungan dari Menaker

Kenapa tradisi ini jadi cepat dan efektif? Coba bayangin aja kalau ada 10.000 pesantren yang ngadain pasanan, dan tiap pesantren ada seratus santri, dalam waktu kurang dari satu bulan, bisa ada satu juta santri yang ikut belajar.

Buku-buku yang diajarkan pun banyak banget, mulai dari yang dasar, kayak tauhid, sampai ke kitab yang lebih berat, seperti *Ihya Ulumuddin* atau *Shahih Bukhari*.

Bahkan, di pesantren, kitab-kitab ini dibaca hampir setiap hari. Ada yang selesai dalam waktu sebulan, bahkan ada yang khatam kitab besar sebelum 17 Ramadhan.

Baca Juga: Apakah Muntah Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Dengan perkembangan zaman, sekarang ada juga yang nggak harus khatam, asal paham intinya aja, apalagi dengan adanya ngaji online.

Menariknya, yang ikut belajar nggak selalu dari pesantren itu sendiri. Kadang santri yang datang, bisa dari pesantren lain yang lagi libur di bulan puasa.

Terutama yang pesantrennya sudah terintegrasi dengan sekolah atau kampus, yang tetap mengadakan pembelajaran. Intinya, meskipun zaman berubah, pesantren tetap menjaga tradisi ini.

Bahkan bisa dibilang, pesantren sudah jadi pionir dalam pendidikan yang bisa diadaptasi dengan cepat, tanpa harus menunggu masa depan.


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenag

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU