Selasa, 10 JUNI 2025 • 20:10 WIB

Mainan Anak Jadi Koleksi Dewasa: Kenapa Gen Z dan Milenial Kecanduan?

Author

Pernah liat orang dewasa rela antre panjang cuma buat dapetin boneka Labubu atau ngejar action figure edisi langka?

INDOZONE.ID - Pernah liat orang dewasa rela antre panjang cuma buat dapetin boneka Labubu atau ngejar action figure edisi langka? Kalau iya, kamu baru saja menyaksikan salah satu tren gaya hidup yang lagi naik daun kidulting.

Fenomena ini bukan cuma lucu-lucuan atau nostalgia belaka, tapi sudah jadi bagian dari identitas banyak orang terutama Gen Z dan milenial.

Tapi, kenapa sih orang dewasa zaman sekarang malah balik mainan? Bukan makin tua makin serius, ya? tapi, tunggu dulu! kita kupas tuntas fenomena ini dengan santai tapi berbobot.

Baca Juga: Viral! Momen Haru Ustaz Idham Holid yang Meninggal Saat Sembelih Hewan Kurban, Sempat Menitip Pesan Perjuangan

Apa Itu Kidulting?

Kidulting berasal dari gabungan kata kid (anak) dan adult (dewasa). Istilah ini merujuk pada orang dewasa yang tetap menikmati mainan, hobi, atau kegiatan yang biasanya identik dengan anak-anak.

Entah itu koleksi Lego, boneka karakter anime, main kartu Pokemon, sampai tidur bareng plushie semua masuk kategori kidulting. Buat Gen Z dan milenial, kidulting bukan hal aneh.

Bahkan, menurut data dari NPD Group, sekitar 25% dari pendapatan industri mainan di Amerika Serikat tahun 2022 berasal dari pembeli dewasa.

Artinya, pasar mainan sekarang nggak cuma buat anak-anak, tapi juga buat kamu, aku, dan kita yang sedang menunda kenyataan hidup.

Baca Juga: Presiden Prabowo Beli Jam Tangan Rolex Hadiah Pemain Timnas Pakai Duit Pribadi, Berapa Miliar Ya?

Kenapa Mainan Anak Bisa Jadi Favorit Orang Dewasa?

1. Nostalgia Itu Healing

Banyak dari kita tumbuh di era kartun pagi, jajanan SD, dan mainan yang sederhana tapi membahagiakan.

Pas hidup udah mulai penuh tekanan, kerjaan numpuk, kuliah nggak kelar-kelar, cicilan jalan terus, overthinking masa depan, kenangan masa kecil tuh jadi semacam tempat pelarian yang bikin adem.

Mainan yang dulu cuma bisa diidam-idamkan, sekarang bisa dibeli pakai “uang orang dewasa” alias hasil jerih payah sendiri.

2. Pelarian dari Dunia yang Melelahkan

Kenyataannya, hidup orang dewasa nggak seindah bayangan waktu kecil. Jadi nggak heran kalau banyak yang butuh tempat ‘kabur’. Mainan, dengan segala kesederhanaannya, menawarkan rasa aman dan kontrol yang nggak selalu kita dapat dari dunia nyata.

3. Media Sosial dan Ekspresi Diri

Gen Z dan milenial hidup di era digital. Mereka nggak cuma beli mainan untuk diri sendiri, tapi juga sebagai bentuk ekspresi.

Banyak yang memamerkan koleksi mereka di Instagram, TikTok, atau YouTube. Ini bukan sekadar pamer, tapi cara mereka membangun identitas. “Ini gue banget!”

4. Nilai Koleksi yang Meningkat

Beberapa mainan sekarang bukan sekadar hiburan, tapi aset investasi. Boneka edisi terbatas, figur langka, atau item kolaborasi eksklusif bisa naik harganya berkali-kali lipat. Jadi, mainan itu bukan cuma buat nostalgia, tapi juga potensi cuan!

Contoh Kidulting di Sekitar Kita seperti beli boneka Labubu terus dipajang di mobil, koleksi Funko Pop atau action figure superhero, bikin rak khusus untuk Lego Star Wars, nongkrong di kafe sambil main board game kayak Uno atau Monopoli, bahkan pakai kaus bergambar karakter kartun ke kampus atau kantor. Semua itu kini dianggap keren, bukan kekanak-kanakan.

Industri Mainan Ikut Menyesuaikan

Melihat pasar dewasa yang menggiurkan, banyak brand besar kayak Bandai, Mattel, LEGO, dan Hasbro bikin lini khusus untuk kolektor dewasa.

Bahkan brand fashion juga ikut-ikutan nimbrung, ngeluarin kolaborasi unik kayak Miniso x Harry Potter atau Uniqlo x Sanrio. Mainan kini bukan hanya untuk anak-anak, tapi sudah resmi jadi bagian dari budaya pop dewasa.

Jadi, Kidulting Itu Salah?

Enggak sama sekali. Dalam dunia yang makin rumit, punya sesuatu yang bikin kita bahagia meski kelihatan remeh adalah bentuk self-care.

Selama tidak berlebihan atau bikin kantong jebol, kidulting justru bisa jadi cara sehat untuk merawat inner child dalam diri kita.

Tren mainan anak jadi koleksi dewasa bukan sekadar tren sementara. Ini tuh bentuk respon dari zaman yang makin ribet dan nggak pasti.

Kidulting ngasih ruang buat Gen Z dan milenial biar bisa lebih santai, jadi diri sendiri, dan nikmatin hal-hal kecil yang bikin hidup terasa lebih hidup.

Jadi, lain kali lihat temanmu beli boneka mahal atau main Uno serius banget, jangan langsung nyinyir. karena setiap orang punya cara untuk bertahan hidup.


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Marketeers.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU