INDOZONE.ID - Kelezatan gurih dan tekstur renyah gorengan seringkali menjadi pilihan camilan favorit atau pelengkap hidangan berat.
Namun, kita tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa gorengan seringkali tinggi kalori.
Pertanyaannya, apakah aman untuk menikmati gorengan saat sedang menjalani program diet?
Simak ulasannya di bawah ini untuk mengetahui apakah boleh mengonsumsi gorengan saat diet.
Baca Juga: Penyakit yang Muncul Jika Terlalu Sering Makan Gorengan, Apa Saja?
Selain itu, dapatkan panduan lengkap untuk menciptakan camilan yang lezat dan bergizi tanpa harus mengorbankan rasa. Coba tips ini untuk menikmati gorengan favorit Anda dengan porsi yang lebih sehat.
Bolehkah Mengonsumsi Gorengan saat Diet?
Saat berusaha menurunkan berat badan, sebagian orang masih bingung dengan kalori dalam gorengan, apakah saat diet gorengan boleh dikonsumsi atau tidak, jawabannya adalah boleh saja, namun dengan batasan yang tepat.
Sebaiknya, batasi asupan kalori dari camilan saat diet tidak melebihi 150 kalori dalam satu sajian.
Oleh karena itu, disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 2 potong gorengan sebagai camilan.
Selama menjalani program penurunan berat badan, penting untuk mengurangi asupan kalori sekitar 500 kalori per hari.
Baca Juga: Makanan dan Kebiasaan yang Harus Dihindari saat Batuk, Bukan Cuma Gorengan!
Ini berarti, pria sebaiknya mengonsumsi sekitar 2.150 kalori dan wanita sekitar 1.750 kalori dalam sehari.
Mengonsumsi dua potong gorengan setara dengan sekitar 14-17% dari total asupan kalori harian yang disarankan saat dalam program penurunan berat badan.
Namun, penting untuk diingat bahwa prinsip dasar dalam menurunkan berat badan adalah menciptakan defisit kalori.
Artinya, jumlah kalori yang Anda konsumsi seharusnya lebih sedikit dari jumlah kalori yang Anda bakar melalui aktivitas fisik.
Oleh karena itu, mengatur asupan kalori dan meningkatkan aktivitas fisik merupakan strategi yang penting untuk membantu tubuh membakar lemak secara efektif.
Cara Memasak Gorengan Sehat Rendah Kalori
Itulah pentingnya untuk tidak berlebihan mengonsumsi gorengan, dan sebaiknya untuk membatasi agar hasil dietnya lebih optimal lagi.
Baca Juga: 5 Resiko Berbahaya bagi Kesehatan akibat Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gorengan saat Berbuka Puasa
Dengan begitu, di bawah ini ada beberapa cara memasak gorengan sehat untuk kamu yang sedang diet, pastinya lebih sehat.
1. Gunakan minyak panas
Sebelum memasukkan adonan, pastikan minyak telah mencapai suhu yang tepat.
Menggunakan minyak yang belum cukup panas akan mengakibatkan adonan memerlukan waktu lebih lama untuk matang.
Dampaknya, adonan akan menyerap lebih banyak minyak, yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah kalori dalam gorengan.
2. Gunakan tepung tanpa gluten
Biasanya, bahan dasar untuk gorengan adalah tepung terigu. Terigu ternyata mengandung gluten atau biasa disebut protein terigu yang bisa menyerap minya berlebih.
Baca Juga: Sering Dilarang, Ternyata Ini Lho Alasan Gorengan Enggak Dianjurkan untuk Buka Puasa
Itu sebabnya bisa meningkatkan kalori pada gorengan. Sebaiknya, gunakan tepung yang tidak mengandung gluten.
Contohnya seperti tepung jagung, tepung beras, tepung tapioka, dan tepung kentang.
3. Goreng di teflon
Pembuatan gorengan dengan deep frying memerlukan penggunaan minyak dalam jumlah besar, yang berarti kandungan kalori juga meningkat.
Namun, dengan menggunakan teflon, Anda bisa mengurangi penggunaan minyak secara signifikan tanpa mengorbankan rasa renyah.
Permukaan datar teflon memungkinkan panas dari kompor merata, menghasilkan gorengan yang tetap crispy.
Baca Juga: Jangan Pilih Gorengan, Ahli Gizi Justru Rekomendasikan Buka Puasa ala Rasul, Kenapa?
Namun, perlu diingat bahwa gorengan masih mengandung banyak kalori karena lemak yang tinggi.
Oleh karena itu, untuk mencapai hasil diet yang optimal, disarankan untuk menghindari konsumsi gorengan sebagai camilan.
Selama menjalani program diet, pastikan untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi lainnya, termasuk vitamin, mineral, serat, dan protein.
Penulis: Nadya Mayangsari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hellosehat.com