Selasa, 23 JULI 2024 • 13:20 WIB

Apakah Vaksin Covid-19 Efektif Lawan Varian KP.3? Ini Kata Para Ahli

Author

Ilustrasi vaksin covid-19 dan keefektifannya lawan varian KP 3 menurut para Ahli. (freepik.com)

INDOZONE.ID - COVID-19 masih menjadi masalah kesehatan global dengan munculnya varian-varian baru, yang mempengaruhi cara vaksin menghadapi virus ini.

Saat ini, dunia tengah menghadapi varian baru Covid-19, yaitu KP.3. Di Jepang, salah satu negara yang terdampak, jumlah orang yang terjangkit varian baru Covid-19 ini tengah mengalami lonjakan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan seputar efektivitas vaksin Covid-19 untuk mengatasi varian baru ini.

Berikut beberapa penjelasan mengenai apakah vaksin Covid-19 masih efektif melawan varian KP.3? ini kata para ahli.

1. Varian Omicron Terbaru

Ilustrasi Covid Varian KP 3. (freepik.com)

Per 15 Juli 2024, beberapa varian Omicron seperti KP.2, KP.3, dan LB.1 telah mendominasi kasus Covid-19 di Amerika Serikat.

Berdasarkan perkiraan dari para ahli di CDC atau Centers for Disease Control and Prevention, yaitu pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat, KP.3 menyumbang sekitar 37% dari kasus baru COVID-19 di AS.

Baca Juga: Mengenal Varian Covid KP.3: Lebih Menular dan Mematikan?

Angka ini mengalami lonjakan signifikan dari 9,4% pada pertengahan Mei 2024 menjadi 25% pada pertengahan Juni 2024.

Sementara itu, KP.2 diperkirakan menyumbang 24,4% dari total kasus COVID-19, dan LB.1 menyumbang 14,9%, yang menunjukkan penurunan dari dua minggu sebelumnya.

2. Nama Varian Baru

Ilustrasi Covid Varian KP 3. (freepik.com)

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah varian baru COVID-19 telah diberi nama berdasarkan perubahan spesifik pada bagian protein spike virus.

Misalnya, varian “FLip” memiliki mutasi pada posisi tertentu di protein spike. Varian ini menunjukkan mutasi yang mempengaruhi bagaimana virus menempel pada sel manusia.

Varian lain, yaitu “SLip,” juga memiliki perubahan pada protein spike, namun dengan beberapa mutasi tambahan.

Varian “FLiRT” menunjukkan mutasi yang berbeda lagi. Varian-varian seperti KP.2, KP.3, dan LB.1, termasuk dalam kelompok varian FLiRT dan memiliki karakteristik khusus yang mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh.

3. Kekebalan dan Penularan Varian Baru

Ilustrasi penularan covid varian KP.3 (freepik.com)

Antibodi terhadap SARS-CoV-2

Saat ini, sebagian besar orang memiliki antibodi terhadap virus SARS-CoV-2, baik karena infeksi sebelumnya atau vaksinasi.

Di Belanda, survei terbaru menunjukkan bahwa banyak orang memiliki antibodi yang spesifik terhadap virus di sampel hidung mereka.

Di Amerika Serikat, data menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat antibodi terhadap SARS-CoV-2, dengan sekitar dua pertiga orang dewasa yang terinfeksi dan sebagian besar memiliki kekebalan campuran.

Ini berarti bahwa orang-orang ini memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap infeksi ulang.

Varian KP.2 dan KP.3, Apa yang Terjadi?

Varian KP.2 dan KP.3, yang merupakan keturunan dari JN.1, juga menunjukkan kemampuan tinggi dalam menghindari perlindungan dari vaksin.

KP.2 dipercaya memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dibandingkan JN.1, meskipun hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa infektivitas KP.2 mungkin sedikit lebih rendah.

Namun, karena KP.2 dan JN.1 memiliki kesamaan, orang yang baru saja terinfeksi JN.1 mungkin masih memiliki perlindungan terhadap KP.2.

Ini menunjukkan bahwa meskipun varian ini lebih menular, vaksinasi sebelumnya masih memberikan beberapa perlindungan.

Varian LB.1, Apa yang Baru?

LB.1 adalah keturunan dari JN.1, tetapi memiliki mutasi tambahan yang membuatnya berbeda dari KP.2 dan KP.3.

Mutasi tambahan ini mempengaruhi cara virus menghindari sistem kekebalan tubuh. LB.1 tampaknya lebih menular dibandingkan KP.2 dan KP.3.

Baca Juga: Kenali Gejala TTS, Efek Samping dari Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang Langka

Penelitian menunjukkan bahwa antibodi dari vaksinasi mungkin kurang efektif terhadap LB.1 dibandingkan dengan varian lainnya, yang menunjukkan bahwa LB.1 mungkin lebih sulit ditangani dengan vaksin yang ada saat ini.

4. Vaksin dan Varian Baru

Ilustrasi seseorang yang sedang vaksin covid-19 dan keefektifannya lawan varian KP 3. (freepik.com)

Meskipun vaksin Covid-19 terbaru masih efektif dalam mencegah penyakit yang lebih parah, efektivitasnya terhadap varian-varian baru seperti JN.1, KP.2, KP.3, dan LB.1 akan sedikit menurun.

Penelitian menunjukkan bahwa vaksin terbaru masih memberikan perlindungan, tetapi varian-varian baru ini memiliki kemampuan untuk menghindari beberapa perlindungan dari vaksin.

Data menunjukkan bahwa vaksin bivalen (yang meliputi strain asli dan BA.4/BA.5) menghasilkan antibodi penetral yang lebih tinggi terhadap beberapa subvarian Omicron, termasuk JN.1, dibandingkan dengan vaksin monovalent asli.

Namun, informasi mengenai efektivitas vaksin terhadap KP.2, KP.3, dan LB.1 masih terbatas.

Demikian beberapa penjelasan mengenai apakah vaksin Covid-19 masih efektif melawan varian KP 3, menurut para ahli.

Perkembangan varian COVID-19 terus berubah dengan munculnya varian-varian baru yang memengaruhi cara kita menangani virus ini.

Varian Omicron seperti KP.2, KP.3, dan LB.1, menunjukkan bagaimana virus ini beradaptasi dan mempengaruhi efektivitas vaksin.

Penting untuk terus mengikuti perkembangan terbaru dan melakukan vaksinasi sesuai anjuran untuk melindungi diri kita dari varian-varian baru ini.

Dengan informasi terbaru dan vaksinasi yang tepat, kita dapat menjaga kesehatan dan menghadapi tantangan COVID-19 dengan lebih baik.

Tetap waspada, ikuti panduan kesehatan, dan terus perbarui informasi untuk melindungi diri dan orang-orang terkasih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Idsociety.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU