INDOZONE.ID - Setelah periode menyusui yang panjang, banyak ibu mengalami tantangan baru ketika mereka berhenti menyusui, yaitu peningkatan berat badan.
Berikut beberapa penjelasan mengenai alasan mengapa berat badan naik setelah berhenti menyusui.
Apakah Berat Badan Naik Setelah Berhenti Menyusui Normal?
Ya, kenaikan berat badan setelah berhenti menyusui adalah hal yang cukup umum. Banyak wanita mengalami hal ini.
Jika Anda berhenti menyusui dan melihat berat badan anda meningkat, jangan terlalu khawatir.
Meskipun terasa mengejutkan, ini adalah hal yang wajar.
Perubahan hormon, tambahan kalori selama masa menyusui dan berhentinya pembakaran kalori akibat menyusui, semuanya dapat menjadi penyebab kenaikan berat badan setelah berhenti menyusui.
Baca Juga: Apakah Aman Makan Pizza saat Menyusui? Ini 5 Faktanya
Dampak dari Menyusui
Selama masa menyusui, tubuh anda membakar kalori tambahan karena produksi susu, yang membantu penurunan berat badan pasca melahirkan.
Namun, setelah menyusui berhenti, tubuh anda mungkin tetap merasa lapar seperti saat menyusui, yang dapat menyebabkan peningkatan asupan makanan.
Untuk menghindari penambahan berat badan, makan dengan porsi cukup dan mengurangi sesi menyusui secara bertahap bisa sangat membantu.
Baca Juga: Sedot Lemak Selama Kehamilan dan Menyusui, Amankah?
Mengapa Berat Badan Bertambah Setelah Berhenti Menyusui?
Ada beberapa alasan mengapa berat badan bisa naik setelah anda berhenti menyusui:
1. Pembakaran Kalori yang Menurun
Setelah berhenti menyusui, tubuh tidak lagi membakar kalori tambahan.
Jika asupan kalori tidak dikurangi, maka penambahan berat badan bisa terjadi.
Untuk menghindari hal ini, anda dapat menghentikan satu sesi menyusui pada satu waktu, proses ini akan memerlukan waktu hingga enam bulan.
2. Perubahan Hormon
Setelah menyusui berakhir, kadar hormon seperti prolaktin dan oksitosin menurun, yang dapat mempengaruhi metabolisme dan penyimpanan lemak.
Ini juga bisa membuat nafsu makan tetap tinggi meskipun kebutuhan kalori sudah berkurang.
3. Kebiasaan Makan dan Aktivitas Fisik
Kebiasaan makan yang terbentuk selama menyusui, seperti konsumsi kalori yang lebih banyak, mungkin masih berlanjut.
Aktivitas fisik yang menurun karena merawat anak juga dapat menyebabkan penambahan berat badan. Stres dan makan dengan porsi berlebih selama masa transisi ini juga menjadi penyebabnya.
Cara Mencegah Kenaikan Berat Badan Setelah Berhenti Menyusui
Berikut beberapa langkah untuk mencegah penambahan berat badan setelah berhenti menyusui:
1. Hentikan Menyusui Secara Bertahap
Kurangi satu sesi menyusui pada satu waktu agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan kalori yang lebih rendah.
2. Pantau Asupan Kalori
Sesuaikan jumlah kalori yang anda konsumsi agar tidak berlebihan.
3. Jaga Pola Makan Sehat
Pilih makanan bergizi seperti buah, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh.
4. Lakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur
Berolahraga secara rutin, seperti berjalan kaki atau yoga yang dapat membantu menjaga berat badan.
5. Konsultasi dengan Ahli Gizi
Minta bantuan ahli gizi untuk mendapatkan panduan yang sesuai selama proses ini.
Perubahan Lain Setelah Berhenti Menyusui
Setelah berhenti menyusui, anda akan mengalami beberapa perubahan:
1. Perubahan pada Payudara
Payudara mungkin mengecil dan kehilangan kekencangannya setelah berhenti menyusui.
2. Kembalinya Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi mungkin kembali normal, kadang diikuti dengan kram atau perubahan suasana hati.
3. Kondisi Kulit
Perubahan hormon dapat mempengaruhi kondisi kulit, seperti tekstur atau munculnya jerawat.
4. Perubahan Suasana Hati dan Energi
Perubahan hormon dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan tingkat energi.
Demikian beberapa penjelasan mengenai alasan mengapa berat badan bisa naik setelah berhenti menyusui.
Penambahan berat badan setelah berhenti menyusui adalah bagian dari proses alami perubahan tubuh.
Dengan memahami penyebabnya dan mengikuti tips untuk menjaga pola makan dan aktivitas fisik yang sehat, Anda dapat menangani kondisi ini dengan lebih mudah.
Selalu perhatikan kesehatan mental dan fisik anda selama masa transisi ini.
Perawatan diri yang baik akan membantu anda merasa lebih nyaman dan percaya diri dengan perubahan yang terjadi pada tubuh Anda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthshots.com