INDOZONE.ID - Anak lahir ke dunia dengan membawa gen dari kedua orang tuanya. Tetapi, tahukah kamu apa saja yang diturunkan gen ayah kepada anaknya?
Setiap anak memiliki kemiripan fisik dengan orang tuanya karena pewarisan gen. Gen adalah bagian dari DNA yang membawa informasi tentang ciri-ciri fisik seseorang.
Sifat fisik anak merupakan hasil dari kombinasi gen yang diturunkan dari orang tua. Oleh karena itu, anak bisa memiliki ciri fisik yang lebih mirip dengan ayah atau ibu, tergantung pada gen mana yang dominan.
Namun, dilihat dari studi penelitian yang ada menjelaskan, bahwa gen ayah akan menurun lebih besar ke anak sekitar 60 persen.
Baca Juga: Bumame dan NGI Kolaborasi dengan Pelopor Global PGTA, Hadirkan Skrining Genetik Embrio di Indonesia
Yang paling mencolok, biasanya ada di tinggi badan. Jika ada kerabat atau teman dengan tinggi di atas rata-rata, maka umumnya sang ayah juga demikian.
Hal ini memang benar adanya, bahwa gen ayah, dalam hal tinggi badan, sangatlah berpengaruh terhadap anak.
Tak hanya tinggi badan, gen ayah juga berpengaruh terhadap bentuk wajah, warna bola mata, dan rambut.
Risiko Penyakit
Namun, gen ayah juga kuat dalam menurunkan riwayat kesehatan nih gengs, kira-kira apa saja, ya?
Baca Juga: Benarkah Gangguan Bipolar Karena Genetik? Ini Penjelasannya
Ternyata, gen ayah juga dapat mewariskan gen yang meningkatkan resiko penyakit tertentu, seperti diabetes, jantung, kanker, dll.
Selain itu gen ayah juga menurunkan gen sistem kekebalan tubuh pada anak nantinya, termasuk alergi juga.
Sikap dan Karakter Anak
Untuk sikap dan karakter anak, tidak bisa dikatakan akan menurun dari gen ayah atau ibu. Sebab, sikap dan karakter ditentukan melalui pola asuh dan pengaruh lingkungan.
Keterlibatan ayah dalam pola asuh anak, cenderung akan menciptakan karakter yang lebih percaya diri di lingkungan luar. Maka dari itu, bagi para calon orang tua, bisa dipersiapkan pengetahuan sederhana ini supaya tidak salah memilih pola asuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Journal Of The Belgian Association For Psychological Science