Senin, 30 SEPTEMBER 2024 • 10:20 WIB

Kenali Faktor Risiko Penyebab Kanker Getah Bening, Diidap Wati Siregar Sebelum Meninggal Dunia

Author

ilustrasi kanker getah bening

INDOZONE.ID - Sebelum meninggal dunia, Wati Siregar ibu kandung dari Sonny Septian dan Elma Theana mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening.

Akibat penyakit yang ia derita, kondisi kesehatan artis lawas ini pun semakin memburuk, hingga akhirnya wafat berusia 71 tahun di Rumah Sakit Citra Arafiq di Kelapa Dua, Depok, pada pukul 05.07 WIB.

Dari apa yang dialami oleh mendiang Wati Siregar, masyarakat perlu mengetahui apa itu penyakit kanker kelenjar getah bening beserta gejalanya. Dengan begitu, pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin.

Apa itu Kanker Kelenjar Getah Bening yang Diidap Mendiang Wati Siregar?

Penyakit Kanker kelenjar getah bening atau linfoma, adalah kanker pada sistem limfatik. Sistem limfatik ini merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh manusia.

Baca Juga: Hindari 3 Gaya Hidup Ini untuk Kurangi Risiko Terkena Kanker

Dalam sistem limfatik, sebagian besar kelenjar getah bening ada di perut, selangkangan, panggul, dada, ketiak, dan leher.

Bukan hanya kelenjar getah bening saja, sistem limfatik dapat meliputi limpa, timus, amandel, hingga sumsum tulang.

Limfoma ini muncul ketika sel-sel sehat dalam sistem limfatik berubah dan tumbuh hingga tak terkendali. Ada dua jenis utama limfoma, yaitu Limfoma Hodgkin dan non-Hondgkin.

Di Indonesia, kesadaran mengenai limfoma hodgkin masih sangatlah rendah. Gejalanya yang tidak spesifik, sering kali membuat penyakit ini sulit dikenali.

Banyak penderita yang mengetahui mereka mengidap kanker ini setelah penyakit tersebut mencapai tahap lanjut.

Dalam acara media yang bertajuk 'Kenali Limfoma Hodgkin, dr. Andhika Rachman Sp.PD-KHOM, menjelaskan bahwa limfoma hodgkin adalah penyakit 1000 wajah, atau bisa dikatakan memiliki gejala penyakit lain.

"Paling sering didiagnosis sebagai TB Kelenjar. Ada juga didiagnosis saraf kejepit,bahkan gagal ginjal akut," ucap dr. Andhika dalam acara media yang bertajuk 'Kenali Limfoma Hodgkin di Jakarta (26/9/2024).

Ia memaparkan hal yang membedakan limfoma dengan TB (tuberkulosis) kelenjar, adalah pemberian obat TB akan membuat kondisi pasien semakin baik.

Baca Juga: Penemuan Baru Senyawa dalam Makanan yang Bisa Cegah Kanker

dr. Andhika juga menambahkan bahwa masyarakat perlu waspada dalam beberapa gejala, seperti munculnya benjolan di area kelenjar getah bening.

Dapat disertai dengan gejala sistemik yang kita sebut sebagai B symptoms yang meliputi demam lebih dari 38 derajat celcius tanpa penyebab yang jelas, keringat berlebih di malam hari, serta berat badan turun tanpa diet dan penyakit lain.

Mengutip dari Head of Patient Value Access PT Takeda Indonesia, Shinta Carolina mengatakan, data menunjukkan 67 persen pasien limfoma merasakan adanya beban emosional.

Pasien kerap mengalami ketakutan, depresi, dan rasa terisolasi, setelah terdiagnosis kanker ini.

Selain itu, faktor usia juga kerap berpengaruh pada risiko kanker kelenjar getah bening. Diperkirakan, orang yang berusia di atas 55 tahun lebih banyak dilaporkan mengalami kanker ini.

Tapi, meskipun begitu, kanker limfoma bisa dialami oleh remaja maupun orang dewasa.

Proses pengobatan dan penyembuhan kanker kelenjar getah bening ini sendiri sangat bergantung dari besaran stadiumnya.

Menurut Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi dan onkologi Alvin Harahap, terdapat banyak faktor risiko yang menentukan kesembuhan pasien limfoma, seperti terapi yang digunakan adalah sistemik atau lebih dikenal dengan kemoterapi.

Alvin juga berpesan bahwa kanker merupakan hal yang tidak perlu ditakuti, karena hal ini menjadi bagian dari kehidupan manusia.

Namun demikian, ada beberapa hal yang dapat dihindari, seperti perbaiki gaya hidup dan kurangi konsumsi gula.

"Seperti gaya hidup yang paling bisa dihindari. Kalau faktor jenis kelamin, usia dan genetik, ya sudah itu tidak bisa diubah. Namun, kalau gaya hidup bisa kita ubah. Salah satunya itu rokok harus dihindari sebisa mungkin. Perokok aktif dan pasif sama saja perlu dihindari. Lalu, gula dan kelebihan kalori yang menyebabkan obesitas itu juga harus dihindari," ucap Alvin Harahap dalam acara Informasi Seputar Kesehatan RS Pusat Pertamina bertajuk 'Kesempatan Hidup Penderita Kanker Limfoma, Selasa (20/2/2024).

Penulis: Hilwah Nur Puspitawati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Head Of Patient Value Access PT Takeda Indonesia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU