Sabtu, 12 OKTOBER 2024 • 13:12 WIB

Apa Hubungan Antara Kanker Payudara dan Menstruasi? Ini Penjelasannya

Author

Ilustrasi kanker payudara dan menstruasi. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Kanker payudara sering dikaitkan dengan perubahan fisik pada payudara, seperti adanya benjolan atau perubahan ukuran. Namun, banyak yang belum menyadari bahwa pengobatan kanker payudara juga dapat mempengaruhi siklus menstruasi.

Berikut beberapa penjelasan hubungan antara kanker payudara dan menstruasi.

Apa Itu Kanker Payudara?

Ilustrasi kanker payudara. (freepik.com)

Kanker payudara merupakan penyakit di mana sel-sel abnormal berkembang di jaringan payudara, dan dalam beberapa kasus, dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Menurut WHO, pada tahun 2022, kanker payudara menjadi kanker paling umum di dunia dan menyebabkan lebih dari 670.000 kematian.

Kanker ini dapat menyerang wanita di berbagai usia, tetapi risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah masa pubertas.

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan kanker payudara antara lain usia, obesitas, konsumsi alkohol berlebihan, riwayat keluarga, dan paparan radiasi.

Baca Juga: Benarkah Paraben Dapat Mengakibatkan Kanker Payudara? Ini Penjelasannya

Gejala Kanker Payudara

Ilustrasi kanker payudara dan gejalanya. (freepik.com)

Gejala umum kanker payudara meliputi adanya benjolan yang terasa keras atau bentuknya tidak beraturan, pembengkakan atau pengecilan salah satu payudara, perubahan pada puting, serta perubahan tekstur kulit payudara.

Beberapa wanita mungkin tidak merasakan gejala apa pun, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan rutin, seperti mamografi, untuk deteksi dini.

Baca Juga: Apa Hubungan Susu Sapi dan Risiko Kanker Payudara? Ini Penjelasannya

Pengaruh Pengobatan Kanker Payudara pada Menstruasi

Ilustrasi wanita jalani kemoterapi (freepik)

Meskipun kanker payudara sendiri tidak selalu berdampak langsung pada siklus menstruasi, pengobatan yang dilakukan dapat memengaruhi hormon dan menyebabkan perubahan siklus menstruasi. Berikut adalah beberapa pengobatan kanker payudara yang dapat memengaruhi menstruasi:

1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah salah satu metode utama dalam pengobatan kanker payudara. Namun, obat-obatan kemoterapi yang digunakan untuk menghancurkan sel kanker juga dapat memengaruhi ovarium, menyebabkan berhentinya menstruasi sementara, atau dikenal dengan amenore.

Dalam beberapa kasus, terutama pada wanita yang lebih tua, kemoterapi dapat menyebabkan menopause dini yang permanen.

2. Terapi Hormon

Terapi hormon, seperti penggunaan Tamoxifen atau Aromatase Inhibitors, sering digunakan pada pasien kanker payudara yang sensitif terhadap hormon. Terapi ini bertujuan untuk mengurangi kadar estrogen dalam tubuh, yang bisa menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur, aliran darah berubah, atau bahkan berhentinya menstruasi secara total.

3. Supresi Ovarium

Beberapa pengobatan kanker payudara melibatkan supresi ovarium untuk mengurangi produksi estrogen. Obat-obatan seperti Goserelin dapat menghentikan sementara fungsi ovarium, sehingga menghentikan menstruasi sementara. Hal ini akan menciptakan kondisi yang menyerupai menopause sementara.

4. Terapi Radiasi

Pada beberapa kasus, terapi radiasi yang ditujukan pada payudara tidak mempengaruhi menstruasi secara langsung. Namun, radiasi yang diberikan pada area panggul dapat merusak ovarium dan menyebabkan perubahan siklus menstruasi, terutama pada wanita yang lebih tua.

Hubungan Antara Riwayat Menstruasi dan Risiko Kanker Payudara

Ilustrasi menstruasi. (freepik.com)

Riwayat menstruasi seorang wanita dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Wanita yang mengalami menstruasi pertama pada usia lebih muda, terutama sebelum usia 12 tahun, berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara karena paparan estrogen yang lebih lama.

Demikian pula, wanita yang mengalami menopause setelah usia 55 tahun juga memiliki risiko lebih tinggi karena paparan estrogen yang lebih lama dalam hidup mereka.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Kehilangan Menstruasi Selama Pengobatan Kanker Payudara?

Ilustrasi menstruasi yang hilang saat menjalani pengobatan kanker payudara. (freepik.com)

Kehilangan menstruasi selama pengobatan kanker payudara adalah efek samping yang sering terjadi. Berikut beberapa langkah yang dapat anda terapkan:

  • Konsultasikan dengan dokter apakah hilangnya menstruasi bersifat sementara atau permanen berdasarkan usia dan jenis pengobatan yang dijalani.
  • Jika anda khawatir tentang kesuburan, diskusikan dengan dokter kandungan sebelum memulai pengobatan. Pembekuan sel telur atau embrio bisa menjadi pilihan sebelum menjalani kemoterapi atau terapi hormon.
  • Jika menstruasi tidak kembali, dokter akan merekomendasikan suplemen kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.
  • Menjaga gaya hidup sehat, seperti makan dengan gizi seimbang, berolahraga, dan mengurangi stres, dapat membantu mengatasi efek samping dari hilangnya menstruasi.

Demikian beberapa penjelasan mengenai hubungan antara kanker payudara dan menstruasi. Meski hubungan antara kanker payudara dan menstruasi tidak selalu langsung, pengobatan kanker payudara dapat menyebabkan perubahan signifikan pada siklus menstruasi.

Menjalani perawatan kanker dapat menimbulkan berbagai efek samping, termasuk hilangnya menstruasi, tetapi penting untuk fokus pada tujuan utama, yaitu mengatasi kanker dan menjaga kesehatan setelah pengobatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthshots.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU