INDOZONE.ID - Apakah anda sering merasa lelah atau capek meski sudah cukup tidur? Kelelahan yang berkepanjangan dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup anda.
Menurut Dr. Shannon Sullivan, seorang spesialis pengobatan tidur di Stanford University, penyebab kelelahan perlu diidentifikasi. Ini beberapa alasan selalu merasa lelah meski telah tidur cukup.
Apakah Kamu Telah Mendapatkan Tidur yang Berkualitas?
Rutinitas tidur yang kurang baik sering kali menjadi penyebab utama kelelahan. Menurut Dr. Sullivan, langkah pertama adalah meninjau kebiasaan tidur anda.
Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:
- Pastikan tidur setidaknya 7 jam setiap malam dan tidur pada jam yang sama setiap hari.
- Hindari konsumsi kopi di sore hari atau alkohol di malam hari.
- Kurangi penggunaan ponsel atau ngemil menjelang waktu tidur.
- Selesaikan makan malam setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur.
Jika anda masih kesulitan tidur, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran lebih lanjut.
Spesialis tidur dapat membantu memperbaiki kebiasaan tidur Anda dan mengidentifikasi kemungkinan masalah lainnya.
Baca Juga: Sering Merasa Capek Tetapi Sulit Tidur? Ini Penjelasannya
Apakah Kamu Mengalami Gangguan Tidur?
Gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, dan restless leg syndrome (RLS) seringkali menjadi penyebab kelelahan. Berikut penjelasannya:
1. Insomnia
Kesulitan tidur atau tetap tertidur dapat membuat anda merasa tidak segar dan sulit berkonsentrasi. Jika gejala ini berlangsung lebih dari tiga bulan, anda kemungkinan mengalami insomnia kronis. Terapi perilaku kognitif sering kali lebih efektif daripada obat-obatan.
2. Sleep Apnea
Gangguan ini terjadi ketika saluran napas anda tertutup saat tidur, menyebabkan berhenti bernapas sementara. Gejala yang mungkin muncul termasuk mendengkur atau merasa mengantuk di siang hari. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Penggunaan mesin CPAP sering kali efektif sebagai pengobatan.
Baca Juga: 3 Gejala Umum Jantung Koroner, Dimulai Dari Sering Merasa Lelah
3. Restless Leg Syndrome (RLS)
Sensasi tidak nyaman pada kaki yang memicu keinginan untuk terus menggerakkannya dapat mengganggu tidur. Menghindari alkohol, kafein, serta memijat kaki dapat membantu. Memastikan kadar zat besi dalam tubuh juga penting.
Faktor Lain Penyebab Kelelahan
Selain gangguan tidur, kelelahan bisa disebabkan oleh berbagai faktor lain. Berikut beberapa di antaranya:
1. Ketidakseimbangan Hormon
Hipotiroidisme, yaitu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup, sering kali dikaitkan dengan kelelahan. Kondisi ini dapat didiagnosis dan diobati dengan mudah.
2. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan zat besi, vitamin D, atau B12 dapat menyebabkan kelelahan. Tes darah sederhana dapat membantu mengidentifikasi kekurangan ini, dan suplemen dapat menjadi solusi.
3. Penyakit Kronis
Diabetes, depresi, masalah pencernaan, hingga sindrom kelelahan kronis (ME/CFS) memiliki kelelahan sebagai gejala utama. Meskipun beberapa kondisi ini tidak memiliki obat, gejalanya dapat dikelola dengan baik.
4. Efek Samping Obat
Beberapa obat seperti antidepresan atau antihistamin juga dapat menyebabkan rasa lelah. Jika anda merasa obat tertentu memengaruhi energi anda, diskusikan dengan dokter.
Kelelahan yang terus-menerus memang bisa mengganggu. Dengan mengenali penyebabnya dan mengambil langkah yang tepat, Anda dapat mengembalikan energi dan semangat hidup. Lakukan konsultasi dengan dokter untuk menemukan solusi terbaik bagi kondisi anda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cnalifestyle.channelnewsasia.com