Jumat, 10 JANUARI 2025 • 11:30 WIB

China Laporkan 5 Kasus Varian Baru Mpox, Ini Gejalanya!

Author

Ilustrasi vaksin virus mpox. (freepik.com)

INDOZONE.ID - China mengumumkan adanya lima kasus baru infeksi varian mpox. Akan tetapi, otoritas setempat memastikan bahwa wabah telah ditangani secara efektif.

Mpox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun juga dapat menyebar melalui kontak fisik langsung antar manusia.

Gejala yang muncul meliputi demam, nyeri otot, hingga lesi kulit menyerupai bisul besar, yang dalam beberapa kasus dapat berakibat fatal.

Baca Juga: Malaysia Laporkan Kasus Virus Mpox Pertama

Pada Agustus 2024, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status darurat kesehatan global untuk mpox.

Status ini diperbarui kembali pada November, menyusul wabah besar di Republik Demokratik Kongo (DRC) yang telah merenggut lebih dari 1.000 nyawa.

Sebagai langkah pencegahan, China mulai menerapkan pemeriksaan terhadap orang-orang yang masuk ke negara tersebut sejak pengumuman WHO di bulan Agustus.

Kebijakan ini direncanakan berlangsung selama enam bulan ke depan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (China CDC), kasus terbaru melibatkan varian mpox clade 1b. Sumber infeksi diduga berasal dari individu yang memiliki riwayat tinggal di Republik Demokratik Kongo.

Sebanyak empat orang yang memiliki kontak erat dengan pasien utama terkonfirmasi positif terinfeksi varian tersebut.

Baca Juga: Akses Vaksin Mpox Dikabarkan Akan Dipercepat Setelah WHO Setujui Vaksin Pertama

Mereka mengalami gejala ringan seperti ruam dan lepuh. Saat ini, seluruh pasien serta individu yang berisiko sedang menjalani perawatan medis dan pengawasan kesehatan.

"Otoritas telah menangani wabah ini secara efektif, dan hingga kini, tidak ada kasus tambahan yang ditemukan di antara kontak lain," ungkap pernyataan dari China CDC.

Menurut WHO, sejak 2022, kasus mpox telah dilaporkan di lebih dari 120 negara di seluruh dunia.

Upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan berbagai negara, termasuk China, menunjukkan pentingnya kerjasama global untuk meminimalkan dampak wabah ini.

Sementara itu, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kewaspadaan, terutama dalam menjaga kebersihan dan menghindari kontak fisik yang berisiko.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Channelnewsasia.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU