Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
INDOZONE.ID - Pikun adalah sebuah sindrom atau kumpulan gejala yang membuat penderitanya mengalami perubahan perilaku, yaitu sering lupa akan sesuatu walaupun dalam keadaan sadar atau saat sedang beraktivitas.
Tentu kondisi pikun ini sangatlah mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.
Pikun, atau demensia ini, sering disimpulkan sebagai kondisi normal yang dialami orang lanjut usia. Padahal, tidak menutup kemungkinan, bahwa pikun juga bisa dialami oleh orang dewasa.
Baca Juga: Kesepian Bikin Otak Lemot dan Cepat Pikun? Ini Kata Ahli
Dikutip dari RSUD Dr. Iskak Tulungagung, dikatakan oleh dokter spesialis saraf, dr. Joko Rudiono Sp.S, bahwa pikun adalah kondisi yang terjadi akibat dari adanya gangguan fungsi pada saluran otak yang tidak berfungsi dengan baik.
Nah, salah satu pemicu terjadinya pikun, yaitu dari makanan yang kita konsumsi, di mana beberapa makanan dapat memicu terjadinya penurunan daya ingat dan fungsi otak.
Tentunya, makanan-makanan ini sebaiknya harus kita hindari guna mencegah terjadinya demensia sejak dini.
Dikutip dari Barton House, inilah 5 makanan yang dapat memicu terjadinya pikun:
1. Pemanis Buatan
Beberapa produk makanan seperti soda diet, permen karet, dan makanan ringan lainnya, menggunakan pemanis buatan seperti sukralosa, aspartam, sakarin, dam lainnya.
Pemanis buatan ini dapat menyebabkan peradangan otak dan merusak sel, di mana dapag berujung terjadinya defisit kognitif.
2. Lemak Trans
Makanan-makanan seperti margarin, makanan panggang, atau pizza beku, adalah beberapa jenis makanan yang mengandung lemak trans.
Lemak trans dapat berdampak peradangan otak dan terhambatnya aliran darah, yang dapat menyebabkan terjadinya hilang daya ingat.
Konsumsi lemak trans secara berlebihan akan menyebabkan penumpukan beta amolid di otak, sehingga menyebabkan masalah kognitif.
3. High Fructose Corn Syrup
HFCS, atau Sirup Jagung Fruktosa Tinggi, sering ditemukan pasa produk olahan minuman energi, dessert, permen, dan soda. HFCS dapat menyebabkan obesitas, di mana obesitas ini adalah faktor risiko terjadinya hilang memori.
Konsumsi HFCS yang berlebihan juga dapat memicu terjadinya resistensi insulin, di mana juga dapat menjadi faktor risiko penurunan kognitif.
4. Alkohol
Konsumsi alkohol secara berlebihan, dapat menyebabkan hilang ingatan. Alkohol dapat menyebabkan terhambatnya kerja otak untuk menyimpan informasi dan memperlambat aliran informasi antar neuron di otak.
Konsumsi alkohol di otak juga dapat menyebabkan perkembangan Sindrom Wernicke-Korsakoff, di mana dapat menyebabkan permasalahan ingatan dan kognitif yang lama.
5. Makanan Ber-Natrium Tinggi
Makanan tinggi natrium, seperfi keripik, makanan kaleng, daging olahan, dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi, di mana tekanan darah tinggi dapat mempengaruhi kinerja dan fungsi dari otak.
Baca Juga: 6 Buah Terbaik untuk Mencegah Pikun dan Memperkuat Memori Anda
Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di otak, dan tentu dapat berpotensi memicu penurunan kognitif dan hilangnya ingatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Barton House Memory Care