INDOZONE.ID - Kabar baik untuk kamu yang ingin menjaga kesehatan otak di usia lanjut! Ilmuwan terus menemukan cara baru untuk menurunkan risiko demensia, termasuk Alzheimer, dan sebagian besar ternyata bisa dilakukan dengan perubahan kecil dalam gaya hidup sehari-hari.
Kalau selama ini kamu mengira demensia hanya disebabkan oleh faktor usia, saatnya mengubah pandangan itu.
Menurut dr. Silky Pahlajani, ahli neurologi perilaku dari Weill Cornell Medicine/New York Presbyterian, demensia dipicu oleh akumulasi banyak faktor selama puluhan tahun sebelum gejala gangguan memori muncul.
Dan yang menarik, semua kebiasaan baik yang bermanfaat untuk tubuhmu seperti tidur nyenyak, olahraga ringan, menjaga kadar kolesterol, hingga konsumsi obat diabetes tertentu juga terbukti mendukung kesehatan otak.
Berikut empat temuan terbaru yang bisa kamu terapkan untuk mengurangi risiko demensia:
1. Prioritaskan Tidur Berkualitas, Bukan Sekadar Durasi
Tidur malam yang cukup ternyata belum cukup untuk melindungi otakmu.
Studi terbaru menyoroti pentingnya dua jenis tidur, yaitu deep sleep (tidur dalam) dan REM sleep, dalam mencegah Alzheimer.
Kedua fase tidur ini berperan membersihkan racun di otak dan menjaga jaringan memori tetap kuat.
Dr. Pahlajani menjelaskan bahwa kualitas tidur jauh lebih penting daripada sekadar lamanya waktu tidur.
Kamu bisa mulai mengecek kualitas tidur dengan mencatat waktu tidur dan bangun dalam jurnal harian.
Rasakan juga, apakah kamu merasa segar di pagi hari? Apakah kamu sering mengantuk di siang hari?
Alat bantu seperti smartwatch atau sensor tidur bisa kamu gunakan untuk melacak fase tidurmu.
Kumpulkan datanya selama beberapa minggu dan diskusikan hasilnya dengan dokter untuk langkah pencegahan lebih lanjut.
Baca Juga: 4 Cara Menciptakan Lingkungan yang Ideal untuk Tidur Nyenyak
2. Ikuti Kelas Olahraga Ringan di Pusat Kebugaran
Berpikir bahwa olahraga berat lebih bermanfaat? Tidak selalu.
Studi dalam jurnal Alzheimer’s & Dementia menunjukkan bahwa olahraga ringan seperti peregangan, latihan keseimbangan, dan gerakan fleksibilitas ternyata sama efektifnya dalam memperlambat penurunan fungsi kognitif, dibandingkan olahraga intensitas tinggi.
Penelitian ini dilakukan pada lansia dengan gangguan memori ringan, yang merupakan kondisi awal sebelum demensia.
Menariknya, mereka yang rutin melakukan olahraga ringan tiga hingga empat kali seminggu mampu menjaga kemampuan kognitifnya tetap stabil selama 18 bulan.
Kabar ini tentu jadi motivasi untuk kamu yang ingin mulai aktif bergerak tanpa harus memaksakan tubuh dengan olahraga berat.
3. Jaga Kadar Kolesterol LDL Tetap Rendah
Menjaga kolesterol, khususnya LDL (kolesterol jahat) di bawah 70 mg/dL, terbukti dapat menurunkan risiko demensia hingga 26%, dan Alzheimer hingga 28%.
Bahkan, penggunaan obat statin bagi yang memerlukannya bisa menambah perlindungan otak sebesar 13%.
Dr. Michael Dobbs dari Florida Atlantic University menjelaskan bahwa kolesterol memengaruhi aliran darah dan peradangan di otak.
Karena otak mengandung banyak lipid, kolesterol berlebih bisa mengganggu sistem saraf dan mempercepat kerusakan otak.
Dengan menjaga pola makan sehat, rutin olahraga, dan berkonsultasi dengan dokter untuk pemantauan kadar kolesterol, kamu bisa mengambil langkah preventif yang signifikan.
4. Obat Diabetes Tertentu Bisa Turunkan Risiko Alzheimer
Jika kamu berusia di atas 50 tahun dan menderita diabetes tipe 2, ada kabar baik.
Studi terbaru menunjukkan bahwa penggunaan obat diabetes jenis GLP-1 dan SGLT2i dapat mengurangi risiko Alzheimer hingga 43%.
Meski hasil ini masih butuh penelitian lanjutan, seperti uji klinis EVOKE dan EVOKE Plus yang akan selesai tahun 2026, banyak ahli percaya bahwa obat-obatan ini menjanjikan masa depan baru dalam pencegahan demensia.
Dr. Diana Thiara dari UCSF mengingatkan agar tidak langsung terbawa tren, namun tetap fokus pada kesehatan metabolik secara keseluruhan.
Baca Juga: 4 Cara Sayangi Lutut Supaya Awet Sampai Lansia: Olahraga hingga Hindari Rokok
Menjaga gula darah, tekanan darah, dan berat badan tetap ideal juga akan memperkecil risiko stroke, serangan jantung, dan tentu saja, demensia.
Satu Perubahan, Banyak Manfaat
Apa yang kamu lakukan hari ini sangat berpengaruh untuk kesehatan otak di masa depan.
Mulai dari tidur yang lebih berkualitas, olahraga ringan secara rutin, menjaga kolesterol, hingga pemantauan diabetes—semuanya saling berkaitan.
Ingat, merawat otak bukan hanya soal menghindari pikun.
Ini adalah upaya menyeluruh untuk menjaga kualitas hidupmu tetap prima seiring bertambahnya usia.
Jangan tunggu sampai gejala muncul.
Mulailah dari sekarang, selangkah demi selangkah, untuk hidup lebih sehat dan lebih cerdas.
Baca Juga: 4 Cara Efektif Atasi Luka Masa Lalu yang Pengaruhi Kesehatan Mental
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Webmd.com