Jumat, 24 JULI 2026 • 15:41 WIB

Bikin Syok! Perempuan Ini Temukan Jamur di Dalam Implan Saline Setelah Dilepas

Author

Wanita bagikan pengalamannya usai melepas implan saline yang dipakainya selama bertahun-tahun. (TikTok/laurenhomeschoolmama)

INDOZONE.ID - Implan payudara selama ini kerap jadi pilihan bagi perempuan yang ingin membesarkan payudara maupun rekonstruksi setelah operasi kanker payudara.

Di antara berbagai jenis implan, implan saline sering dianggap sebagai pilihan yang lebih aman karena berisi larutan garam steril (saline) yang dapat diserap tubuh jika implan bocor.

Namun, seorang perempuan membagikan kisahnya hingga viral baru-baru ini, memicu perdebatan mengenai keamanan implan payudara.

Lewat akun TikTok pribadinya @laurenhomeschoolmama, wanita itu membagikan pengalaman mengejutkan setelah menjalani operasi pelepasan implan saline yang telah dipakainya selama bertahun-tahun. 

Saat implan dibuka setelah diangkat, dia syok melihat jamur berwarna hitam di dalam kantong implan. 

Ia pun membagikan pengalamannya itu di media sosial sambil mengingatkan bahwa saline bukan berarti sepenuhnya aman.

"Saline doesn't mean safe," ujarnya dalam video, seperti dikutip Indozone, Jumat (24/7/2026).

Meski kasus seperti ini tergolong sangat jarang, temuan tersebut membuat banyak orang kembali mempertanyakan risiko jangka panjang penggunaan implan payudara.

Baca juga: Lee Si Young Hamil Hasil Implan Embrio Tanpa Persetujuan Mantan Suami, Kisahnya Penuh Air Mata!

Apa Itu Implan Payudara Saline?

Implan saline merupakan implan dengan cangkang silikon yang diisi larutan garam steril (saline). 

Berbeda dengan implan silikon yang berisi gel silikon, jika implan saline mengalami kebocoran, cairannya akan diserap tubuh secara alami sehingga perubahan bentuk payudara biasanya lebih cepat terlihat.

Karena alasan tersebut, banyak orang menganggap implan saline lebih aman. Namun, para ahli menegaskan bahwa lebih aman bukan berarti bebas risiko. 

Benarkah Implan Saline Bisa Berbahaya?

Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), baik implan saline maupun silikon sama-sama memiliki potensi menimbulkan komplikasi. Tidak ada jenis implan yang benar-benar bebas risiko.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

  • Infeksi setelah pemasangan implan.
  • Terbentuknya jaringan parut yang mengeras di sekitar implan (capsular contracture).
  • Nyeri pada payudara.
  • Kebocoran atau pecahnya implan.
  • Perubahan bentuk payudara.
  • Perlunya operasi tambahan untuk memperbaiki atau mengganti implan.

FDA juga mengingatkan bahwa implan payudara bukanlah alat yang bertahan seumur hidup. 

Semakin lama implan berada di dalam tubuh, semakin besar kemungkinan muncul komplikasi sehingga sebagian pasien pada akhirnya memerlukan operasi lanjutan.

Bagaimana Jamur Bisa Muncul di Dalam Implan?

Kasus ditemukannya jamur di dalam implan memang sangat jarang terjadi. 

Menurut sejumlah laporan medis, kondisi ini diduga dapat terjadi apabila cangkang atau katup implan mengalami gangguan sehingga mikroorganisme masuk ke dalam implan, atau terjadi kontaminasi pada proses pemasangan maupun penanganan implan.

Meski demikian, belum ada bukti bahwa semua implan saline berisiko mengalami kondisi serupa. 

Kasus tersebut lebih tepat dipandang sebagai komplikasi langka yang tetap perlu diwaspadai.

Baca juga: Implan Payudara Jadi Tren Kecantikan Masa Kini, Bisa Tahan Berapa Lama?

Risiko Lain yang Perlu Diketahui

Selain komplikasi lokal, FDA juga mencatat adanya risiko langka berupa Breast Implant-Associated Anaplastic Large Cell Lymphoma (BIA-ALCL), yaitu kanker pada sistem kekebalan tubuh yang berkembang di jaringan parut atau cairan di sekitar implan, bukan pada jaringan payudara itu sendiri. 

Risiko ini lebih sering dikaitkan dengan implan bertekstur (textured implants) dibandingkan implan permukaan halus.

Sebagian pasien juga melaporkan berbagai keluhan sistemik seperti mudah lelah, nyeri sendi, gangguan konsentrasi (brain fog), hingga ruam kulit yang sering disebut sebagai Breast Implant Illness (BII). 

Hingga saat ini, kondisi tersebut masih terus diteliti dan belum menjadi diagnosis medis yang pasti, meski FDA mengakui adanya laporan dari sejumlah pasien.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: TikTok/@laurenhomeschoolmama

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU