Ilustrasi perempuan dengan eldest daughter syndrome (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah dengar istilah eldest daughter syndrome atau sindrom anak sulung perempuan? Buat kamu yang jadi anak cewek pertama di keluarga, pasti bakal relate sama fenomena yang satu ini.
Biasanya, anak cewek tertua di keluarga sudah harus menimbang tanggung jawab cukup berat sejak kecil. Mereka diminta membantu mengurus adik, melakukan pekerjaan rumah, sampai jadi tempat curhat orang tua.
Hal-hal seperti ini secara nggak langsung membentuk cara mereka menjalani hubungan sama orang lain sampai dewasa.
Meski perilaku ini bukan gangguan mental resmi, banyak banget orang yang merasa relate. Yuk, kita bahas sindrom anak sulung perempuan dan gimana dampaknya untuk kesehatan mental!
Ilustrasi orang yang kena eldest daughter syndrome atau sindrom anak sulung perempuan (Freepik)Dilansir dari Clevelandclinic, seorang psikolog anak dan remaja, dr. Kate Eshleman, menjelaskan karakter-karakter umum yang sering dikaitkan dengan sindrom ini.
“Sindrom anak sulung perempuan mengacu pada pengalaman dan karakteristik anak pertama, khususnya perempuan. Ada sisi positif, tapi juga ada pengalaman negatif yang mungkin dialami,” jelas dr. Eshleman.
Seorang perempuan yang tumbuh besar sambil membantu ibu mengurus adik-adik dan punya tanggung jawab di rumah akan rentan terkena sindrom ini.
Tanggung jawab dari kecil bikin anak perempuan tertua di keluarga jadi lebih dewasa dari usianya. Namun, hal ini juga bisa meninggalkan luka emosional yang susah hilang.
Kebanyakan dari mereka merasa masa kecilnya jadi nggak utuh atau terambil karena harus menanggung beban tambahan.
Baca juga: Mengenal Kidulting, Tren Viral yang Bikin Mental Lebih Sehat bagi Milenial dan Gen Z
Peran gender dan urutan kelahiran punya andil besar dengan adanya istilah ini. Dr. Eshleman menjelaskan, bahwa hal ini bisa terjadi karena adanya stereotip dan peran perempuan di rumah.
Dalam tatanan masyarakat, biasanya peran-peran seperti mengurus rumah atau adik tetap dilimpahkan ke anak perempuan tertua.
Jadi, wajar saja kalau anak perempuan pertama otomatis dikasih tugas buat mengasuh adik-adik. Sementara adik-adiknya bisa lebih bebas karena orang tua sudah belajar dari pengalaman sebelumnya.
Nggak jarang, anak perempuan pertama juga jadi kayak musuh di keluarga. Mereka sering disalahkan kalau ada apa-apa, dianggap galak sama adik, tapi tetap dituntut jadi contoh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cleveland Clinic, Verywellmind