Ilustrasi mendengkur. (Freepik/Jcomp)
INDOZONE.ID - Mengorok atau mendengkur sering dianggap sebagai gangguan tidur yang biasa saja. Akan tetapi, sebenarnya mengorok bisa menjadi tanda penyakit yang serius dan membawa banyak risiko bagi kesehatan.
Menurut dr. Shirley Koeh, seorang dokter functional medicine dari Kuala Lumpur, Malaysia, suara keras saat mengorok bukan sekadar gangguan, melainkan mungkin sinyal tubuh bahwa ada masalah yang perlu segera ditangani. Berikut di antaranya.
Mengorok terjadi ketika aliran udara tersumbat atau terhambat di saluran pernapasan bagian atas, sehingga menyebabkan jaringan di tenggorokan bergetar dan menghasilkan suara.
Kondisi ini bisa diperparah oleh beberapa faktor, seperti kelebihan berat badan, posisi tidur, hingga struktur anatomi saluran napas yang sempit.
Yang perlu diingat, penyebab mengorok berbahaya adalah ketika hal tersebut menandakan adanya gangguan pernapasan serius, seperti sleep apnea. Kondisi ini membuat napas berhenti sebentar saat tidur, yang tentunya sangat berisiko bagi kesehatan jangka panjang.
Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Ngorok Saat Tidur agar Tidak Mendengkur
Banyak orang menganggap mengorok hanya masalah kebisingan. Padahal, dampak mengorok bagi kesehatan bisa sangat serius, terutama jika berlangsung kronis.
Mendengkur keras dan terus-menerus dapat menyebabkan gangguan kualitas tidur yang parah, baik bagi si pengorok maupun pasangannya.
Selain itu, risiko tidur mendengkur yang tidak ditangani termasuk meningkatnya tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, penurunan fungsi otak, hingga peningkatan kemungkinan terkena penyakit kardiovaskular.
Mengorok yang terus-menerus dan keras bisa menjadi tanda penyakit, seperti obstructive sleep apnea (OSA). Sleep apnea membuat aliran udara tersumbat berulang kali selama tidur, menyebabkan tubuh kekurangan oksigen.
Kondisi ini bukan hanya mengganggu istirahat, tapi juga berpotensi menurunkan kualitas hidup dan usia harapan hidup.
Baca juga: Penting! Kebiasaan Mendengkur Bisa Merusak Kehidupan Seksual Wanita
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai jika anda sering mengorok:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.indiatimes.com