Ilustrasi Cek Gula Darah. (Photo/Ilustrasi/Freepik)
INDOZONE.ID - Di era modern, ternyata masih banyak orang yang malas check up kondisi kesehatannya. Mereka masih abai untuk cek kesehatan kalau memang gak terpaksa atau sedang sakit.
Alasannya simple, upaya untuk mewujudkan akses kesehatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan. Padahal kesehatan adalah pondasi seseorang di kehidupan sehari-hari.
Selain keterbatasan akses akibat kondisi geografis, kekurangan tenaga medis di sejumlah wilayah juga menjadi kendala signifikan. Seperti yang dipaparkan Vice President of Alodokter Media Business Rendra Irawan Syahwali.
Rendra membeberkan berbagai tantangan kesehatan yang jadi kendala saat ini. Menurut dia, tantangan terbesar yang dihadapi yaitu bisa menbuat bangsa Indonesia lebih maju dan sehat, karena ini pondasi sebuah negara.
“Dari Sabang sampai Merauke banyak daerah terpencil dan susah, mereka susah bertemu tenaga kesehatan dan mereka harus melewati perjalanan jauh untuk mempermudah akses kesehatan masyarakat, maka hadir layanan kesehatan digital,” ujar Rendra saat press conference di Jakarta.
Salah satu caranya yaitu berkolaborasi dengan pemerintah, swasta maupun komunitas untuk mengedukasi masyarakat soal kesehatan. Juga memberikan contoh kebiasaan baik ke masyarakat untuk menjaga kesehatan.
“Masyarakat juga akan lebih mudah ke dokter dan ini kerja sama berkesinambungan,” tambahnya.
Senada, General Manager Brand Creative Content & Communication Health Care Division PT Tempo Scan Pacific, Diana Theodora menambahkan, kesehatan adalah pondasi penting dalam mewujudkan generasi produktif dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Pemeriksaan kesehatan rutin sangat direkomendasikan untuk semua generasi.
“Kami menyediakan 10 ribu konsultasi gratis dengan 1.000 dokter yang siap 24 jam. Pemeriksaan gratis tekanan darah, gula darah, dan kolesterol,” kata Diana.
Baca juga: Pemkot Bandung Gelar Layanan Cek Kesehatan Gratis di Pesantren Cijawura
Data Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) 2025 menunjukkan bahwa rasio dokter umum di Indonesia saat ini hanya 0,76 per 1.000 penduduk, sementara dokter spesialis berada pada angka 0,18 per 1.000 penduduk. Lebih lanjut, sekitar 40% Puskesmas di Indonesia masih belum memiliki tenaga kesehatan sesuai standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO).
Selain itu, faktor ekonomi dan tingkat kesadaran yang rendah terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan, juga kerap menjadi alasan minimnya warga Indonesia yang melakukan cek kesehatan secara rutin.
Berdasarkan data Kemenkes yang dirilis pada 2023, 32% dari penduduk usia 20 tahun ke atas tidak pernah melakukan pemeriksaan tekanan darah, 61% tidak memeriksa kadar kolesterol, dan 63% tidak pernah memeriksa kadar gula darah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan