Ilustrasi seseorang mengalami depresi. (Pexels/Nathan Cowley)
INDOZONE.ID - Depresi masih menjadi salah satu tantangan besar kesehatan mental di dunia. Banyak orang mengalami depresi karena berbagai masalah di hidupnya,
Bahkan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 5 persen populasi orang dewasa di dunia, hidup dengan kondisi tersebut. Hal itu dapat berdampak serius pada kesehatan secara keseluruhan.
Padahal, berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan, gaya hidup sehat, termasuk tidur cukup, rutin berolahraga, serta menjaga pola makan, dapat membantu menurunkan risiko depresi.
Sejumlah makanan bahkan terbukti memiliki kaitan dengan penurunan risiko depresi. Misal, ikan berlemak, sayuran hijau, buah beri, hingga makanan probiotik seperti yogurt dan sauerkraut.
Kini, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients menemukan, hubungan penting antara mineral tertentu—terutama kalium dan seng (zinc)—dengan risiko depresi yang lebih rendah.
Baca juga: Awas! Kandungan Obat Penumbuh Rambut Bisa Picu Risiko Depresi dan Disfungsi Ereksi
Penelitian yang dilakukan tim dari Dong-A University, Korea Selatan, menganalisis lebih dari 22.000 data kesehatan dari Korea dan Amerika Serikat. Para peneliti fokus pada tujuh mineral, yakni natrium, kalium, fosfor, magnesium, zat besi, zinc, dan kalsium.
Hasilnya, peserta dari kedua negara dengan kadar kalium lebih tinggi memiliki risiko depresi yang lebih rendah.
“Kalium muncul sebagai faktor pelindung umum terhadap depresi di kedua populasi, meskipun ada perbedaan pola makan,” ucap penulis utama studi tersebut, Dr. Minkook Son, dikutip dari Medical News Today.
ilustrasi Kacang Merah, makanan yang mengandung kalium. (freepik/jcomp)
Menariknya, pada peserta di Korea, kadar natrium yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan risiko depresi lebih rendah.
Sementara itu, pada peserta di Amerika Serikat, zinc menjadi mineral yang paling berperan. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh pola diet khas masing-masing negara.
“Intake natrium yang tinggi di Korea, misalnya dari makanan fermentasi dan kuah, dapat berinteraksi dengan nutrisi lain yang memengaruhi suasana hati. Sedangkan di Amerika, asupan seng dari sumber protein hewani berperan dalam jalur neurokimia yang relevan dengan depresi,” tutur Son.
Ahli gizi Monique Richard, MS, RDN, LDN, yang tidak terlibat dalam studi ini, menegaskan, hasil penelitian tersebut tidak mengejutkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today