Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 28 AGUSTUS 2025 • 12:20 WIB

Anemia Masih Jadi Tantangan, Pemenuhan Gizi Anak Kunci Menuju Generasi Emas 2045

Anemia Masih Jadi Tantangan, Pemenuhan Gizi Anak Kunci Menuju Generasi Emas 2045Ilustrasi Anemia. (Photo/Ilustrasi/familydoctor.org)

INDOZONE.ID - Memasuki 80 tahun kemerdekaan, Indonesia tengah bersiap menyongsong visi Generasi Emas 2045. Namun, masih ada tantangan besar di bidang kesehatan anak yang perlu segera diatasi, salah satunya anemia akibat kekurangan zat besi.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi anemia pada anak usia 6–59 bulan mencapai 38,4 persen. Artinya, satu dari tiga balita Indonesia mengalami kekurangan zat besi.

Kondisi ini bukan sekadar masalah kesehatan ringan, melainkan dapat berdampak langsung pada kemampuan berpikir, konsentrasi, hingga prestasi belajar anak.

“Anemia defisiensi besi sering dianggap sepele, padahal zat besi berperan penting dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh dan membantu pembentukan neurotransmitter di otak. Kekurangan zat besi bisa memengaruhi daya ingat, semangat belajar, hingga perkembangan psikomotor anak,” jelas dokter spesialis anak, dr. Devie Kristiani, dalam pernyataan resmi, Kamis (28/8/2025).

Upaya mengatasi anemia tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi perlu kolaborasi lintas sektor, mulai dari swasta, akademisi, tenaga kesehatan, hingga komunitas.

Salah satu langkah nyata datang dari inisiatif edukasi dan inovasi produk gizi berbasis riset, yang menargetkan pemenuhan zat besi untuk anak, yang dilakukan Sarihusada melalui SGM.

Baca juga: Mahasiswa Unhas Edukasi Remaja Putri Bulukumba, Perangi Anemia Demi Cegah Stunting

Dengan pengalaman lebih dari 71 tahun, SGM, yang kini bertransformasi menjadi SGM Eksplor, hadir mendukung pemenuhan hak-hak anak, terutama dalam akses nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia.

Menurut Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia, pemenuhan gizi menjadi pondasi penting untuk mencetak generasi sehat.

“Kami menyadari bahwa saat ini anemia defisiensi besi menjadi masalah utama. Karena itu, inovasi gizi harus menyesuaikan kebutuhan anak Indonesia dan melibatkan edukasi orang tua tentang pentingnya zat besi,” ujarnya.

Salah satu bentuk edukasi yang kini dihadirkan adalah Kalkulator Zat Besi berbasis digital, yang dapat membantu orang tua memantau kebutuhan harian anak secara lebih praktis.

Anemia Ancaman Nyata untuk Masa Depan

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi susu pertumbuhan dengan tambahan zat besi lebih terlindungi dari risiko anemia dibandingkan yang hanya mengonsumsi susu cair biasa.

Selain zat besi, dukungan nutrisi lain seperti vitamin C, zinc, DHA, dan omega 3 & 6 juga berperan penting untuk perkembangan otak dan daya tahan tubuh.

Anemia Masih Jadi Tantangan, Pemenuhan Gizi Anak Kunci Menuju Generasi Emas 2045Dokter spesialis anak, dr Devie Kristiani, menerangkan prevalensi anemia anak. (Ist)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Anemia Masih Jadi Tantangan, Pemenuhan Gizi Anak Kunci Menuju Generasi Emas 2045

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!