Ilustrasi penderita skizofrenia. (freepik)
INDOZONE.ID - Skizofrenia merupakan salah satu gangguan mental yang sering banget disalahpahami.
Banyak orang tahunya cuma dari film atau serial TV yang sering menggambarkan penderita skizofrenia sebagai sosok berbahaya, penuh halusinasi, atau bahkan seperti punya kepribadian ganda.
Padahal, kenyataannya jauh lebih kompleks dan nggak seseram itu. Gangguan ini memang serius, karena bisa memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak.
Otak mereka sering “bermain sendiri,” bikin seakan-akan ada suara-suara yang nggak nyata, atau hal-hal yang mereka lihat dan rasakan berbeda dengan kenyataan.
Kondisi ini juga bisa memengaruhi kemampuan mengambil keputusan, mengingat, sampai mengelola emosi.
Baca juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Rusak Kesehatan Usus Tanpa Disadari
Sekitar 1% orang di dunia mengalami skizofrenia, dan bisa terjadi baik pada pria maupun wanita.
Biasanya muncul di usia remaja akhir sampai 30-an, jarang banget ditemukan pada anak-anak atau orang dewasa di atas 40 tahun.
Meski begitu, masih banyak mitos keliru yang bikin stigma terhadap pengidap skizofrenia makin kuat. Yuk, kita lurusin satu per satu.
Ini salah satu kesalahpahaman paling umum. Banyak orang mengira skizofrenia sama dengan dissociative identity disorder (DID), alias punya dua atau lebih kepribadian.
Padahal, gejala utama skizofrenia lebih ke halusinasi (dengar suara, lihat sesuatu yang nggak nyata) dan delusi (percaya pada hal-hal yang salah meski ada fakta lain). Jadi, bukan soal punya “dua pribadi” di satu tubuh.
Baca juga: Beras Porang: Pilihan Sehat Pengganti Beras?
Coba ingat film-film thriller, biasanya si “pembunuh gila” digambarkan sebagai penderita skizofrenia. Nyatanya? Mayoritas orang dengan kondisi ini justru lebih sering jadi korban kekerasan dibanding pelaku.
Mereka juga lebih rentan menyakiti diri sendiri ketimbang orang lain. Jadi, stigma “berbahaya” itu cuma mitos yang lahir dari dramatisasi hiburan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: WebMD