Bayam (Pexels/Jacqueline Howell)
INDOZONE.ID - Bayam adalah sayur hijau yang lezat, bergizi, sekaligus memiliki kisah menarik di balik rasanya yang akrab di lidah. Di balik kesederhanaannya di dapur rumah, bayam menyimpan banyak fakta sejarah dan budaya dari berbagai belahan dunia. Yuk, kita kulik bersama!
Bayam (Spinacia oleracea) diperkirakan berasal dari daerah Persia (sekarang Iran dan sekitarnya). Dari sana, bayam menyebar ke India dan Nepal, lalu masuk ke Tiongkok sekitar abad ke-7 Masehi. Selanjutnya, para pedagang Arab membawa bayam ke wilayah Mediterania, misalnya ke Sisilia, sekitar abad ke-9.
Baca juga: Cara Memasak Sayur Bayam yang Benar Agar Gizinya Tidak Hilang
Bayam kaya nutrisi. Bayam mentah mengandung vitamin A, C, K, folat, zat besi, dan magnesium dalam jumlah signifikan.
Sebagai contoh, satu porsi palak paneer (±200 gram) mengandung sekitar 200 kalori, lengkap dengan lemak, protein, karbohidrat, serta zat besi dan kalsium dari bayam dan keju.
Baca juga: Bayam vs Kale: Si Hijau Superfood, Mana yang Lebih Juara?
Bayam lebih dari sekadar sayuran hijau yang mudah ditemukan di pasar. Dari Persia kuno hingga India dan Eropa, bayam sudah menjadi bagian penting dari sejarah pangan, budaya kuliner, hingga cerita rakyat. Jadi, saat kita memasak atau menikmati bayam dalam hidangan favorit, sebenarnya kita ikut melanjutkan tradisi panjang lintas abad dan budaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, Vegetablefacts.net