Pria penyayang kucing (Pexels/Andrew Kota)
INDOZONE.ID - Memelihara kucing akan sangat menyenangkan untuk penggemar binatang berbulu ini. Tapi hati-hati dengan kucing yang terpapar toksoplasma karena bisa memicu kebutaan.
Dokter Spesialis Vitroretina lulusan Universitas Indonesia dr. Referano Agustiawan, SpM(K) mengatakan, infeksi parasit toksoplasma yang biasanya ada kucing yang tidak terawat bisa menyebabkan gangguan pada mata utamanya di area makula.
“Jadi bukan hoax, tapi memang Toksoplasma itu juga bisa kena ke mata, dan bisa berpotensi menimbulkan kebutaan, terutama kalau kenanya ke makula,” kata dokter yang disapa Nano dalam acara diskusi kesehatan gangguan retina dan uveitis di Jakarta.
Baca juga: Mengenal Toksoplasmosis, Infeksi yang Menyebabkan Bayi Lahir Tanpa Tempurung Kepala
Dia menjelaskan, infeksi parasit toksoplasma bisa menyebabkan masalah di mata karena parasit yang menempel saat pemilik hewan tidak sengaja mencium kotoran kucing. Kucing yang tidak terawat atau terpelihara dengan baik juga dapat mendatangkan parasit.
Selain hewan peliharaan kucing, daging unggas yang di masak tidak matang juga bisa mengandung parasit toksoplasma.
Direktur Utama RS Mata JEC @Menteng ini menambahkan, toksoplasma dapat mengganggu makula, bagian kecil berwarna kuning di pusat retina mata yang bertanggung jawab untuk penglihatan sentral, penglihatan warna, dan detail.
Toksoplasma juga merupakan sebagian dari beberapa gejala yang menyebabkan uveitis atau mata merah kronis yang bisa menyebabkan kebutaan.
“Begitu kena ke tengahnya, langsung kita mengalami gangguan, block, jadi kalau kita melihat lemari tengahnya itu nggak kelihatan, pinggirnya saja yang kelihatan, dan makin lama makin luas kalau nggak diobatin,” kata Nano.
Ia menyarankan jika mengalami gangguan mata, maka harus langsung diobati dan deteksi dini untuk hasil penanganan yang lebih baik.
“Begitu pentingnya dua mata kita untuk kehidupan kita sehari-hari jadi karena salah satu masalah kebutaan adalah uveitis, kita penting banget untuk aware, untuk mengetahui lebih dini, sehingga pengobatan lebih baik,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA