Ilustrasi blue light gadget merusak kulit (freepik)
INDOZONE.ID - Hidup di zaman digital membuat kita sulit jauh dari layar—entah itu HP, laptop, tablet, hingga televisi.
Selama ini orang lebih sering dengar soal sinar biru (blue light) yang bikin jam tidur berantakan.
Tapi ternyata ada ‘drama’ lain yang lebih serius, yaitu dampak buruk terhadap kulit.
Menurut penelitian, paparan blue light yang berlebihan dapat memicu penuaan dini, noda hitam, hingga terjadi peradangan kulit.
Tapi tenang, bukan berarti kamu harus stop pakai gadget. Ada banyak cara untuk tetap jaga kulit tetap sehat!
Baca juga: 4 Khasiat Kopi untuk Kehidupan Seksual yang Lebih Sehat, Apa Saja?
Sinar biru alias High-Energy Visible (HEV) light tidak hanya datang dari sinar matahari, tetapi juga dari perangkat elektronik.
Dalam dosis wajar, sinar ini berperan mengatur ritme biologis tubuh. Sayangnya, jika terpapar terlalu lama—terutama dari layar gadget—efeknya justru menyebabkan masalah.
Jika sinar UV lebih banyak menyerang lapisan luar kulit, blue light justru mampu menembus lebih dalam hingga ke lapisan dermis hingga merusak kolagen dan elastin alami.
Keduanya merupakan kandungan penting yang membuat kulit tetap kencang.
Baca juga: Makan Bergizi untuk Anak Berkebutuhan Khusus: Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup
Baca juga: Gen Z Rentan Burnout? Cari Tahu Penyebab dan Solusinya Di sini!
Baca juga: Orang dengan Ingatan Terlalu Kuat Justru Rentan Overthinking, Ini Buktinya!
Blue light memang bagian dari kehidupan modern yang sulit dihindari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Skincareinstitute.net