Ilustrasi dampak buruk meminum kopi (freepik).
INDOZONE.ID - Kopi udah jadi bagian dari gaya hidup banyak orang—teman begadang, booster kerja, sampai pelengkap santai sore.
Rasanya enak, aromanya bikin rileks, dan kabar baiknya keduanya kaya antioksidan yang baik buat tubuh. Tapi ada satu hal yang perlu diingat: kafein.
Kafein bisa bantu kamu fokus, berenergi, dan mood jadi lebih oke. Tapi kalau kebanyakan, efeknya justru terbalik.
Menurut FDA, batas aman konsumsi kafein untuk orang dewasa sekitar 400 mg per hari, alias kira-kira empat cangkir kopi biasa.
Masalahnya, tiap orang punya batas berbeda. Ada yang kuat minum beberapa gelas tanpa masalah, ada juga yang langsung deg-degan cuma gara-gara satu cangkir espresso.
Baca juga: Kenapa Kita Suka Denger Lagu Sedih Saat Lagi Galau? Ini Alasannya!
Oleh sebab itu yuk kenali tanda-tanda kalau tubuhmu mulai protes karena kebanyakan kafein.
Kafein berlebihan bikin sistem saraf terlalu aktif, efeknya jantung berdebar, tangan gemetar, dan pikiran gelisah.
Kondisi ini disebut dengan caffeine-induced anxiety disorder. Kalau kamu sering merasa cemas, gugup, ataupun gemetar setelah minum kopi, mungkin waktunya kurangi dosisnya.
Efek “melek” dari kafein bisa tahan sampai malam. Jadi kalau nggak mau insomnia dadakan, hindari kopi atau teh setelah sore hari.
Baca juga: Rahasia Redakan Cemas Tanpa Obat: Coba 3 Teknik Journaling Ini!
Kafein bisa merangsang asam lambung. Kalau kamu gampang perih atau mulas, coba pilih kopi low acid atau teh yang lebih ringan.
Konsumsi kafein ekstrim + olahraga berat + kurang cairan = bahaya. Kondisi langka ini disebut rhabdomyolysis, dimana otot rusak dan racunnya masuk ke darah. Jadi, jangan jadikan kafein bahan bakar utama tubuhmu.
Baca juga: 7 Makanan Pereda Demam yang Realistis Bisa Cepat Sembuh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline