Ilustrasi Makanan Pereda Demam. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Demam itu bisa bikin badan pegal, kepala cenut-cenut, nafsu makan hilang. Tapi jangan diam aja, ada beberapa makanan alami yang bisa bantu tubuhmu lawan demam.
Ini bukan “rahasia nenek-nenek” doang, tapi sumbernya dilansir dari Healthline yang kredibel. Yuk simak!
Baca juga: 7 Makanan Pereda Maag yang Bisa Bikin Perut Lebih Lega
Sebelum masuk listnya, tahu nggak kenapa makanan bisa bantu? Saat demam, tubuh kehilangan cairan lebih banyak karena keringat.
Juga, sistem imun butuh nutrisi buat “bertarung.” Makanan yang mengandung vitamin, antioksidan, zat anti-inflamasi, dan sifat antibakteri/antivirus bisa bantu meredakan gejala.
Banyak sumber menyebutkan, kaldu, sayur & buah kaya vitamin C, jahe, bawang putih, dan madu punya peran penting dalam proses ini.
Kalau kamu demam dan nggak nafsu makan banyak, kaldu ayam adalah penyelamat. Cairan hangat ini bantu hidrasi dan mengisi elektrolit yang hilang. Kaldu juga ringan di perut dan bisa membantu melegakan tenggorokan.
Jeruk, lemon, stroberi, kiwi, makanan ini penuh vitamin C yang membantu sistem imun. Buah-buahan juga punya kandungan air tinggi yang bantu mencegah dehidrasi.
Yogurt yang plain (tanpa gula tambahan) mengandung probiotik, bakteri baik yang bantu sistem pencernaan dan menjaga keseimbangan mikrobioma usus.
Saat sistem imun bekerja keras, usus juga ikut stres, jadi probiotik bisa bantu.
Baca juga: 7 Makanan Pereda Sembelit yang Bikin Perut Lega
Ilustrasi Makanan Pereda Demam. (Foto: Freepik @Freepik)
Jahe punya sifat anti-inflamasi dan antibakteri. Orang banyak pakai jahe di rumah sakit tradisional untuk meredakan gejala‐gejala flu/demam. Kamu bisa bikin teh jahe atau campurkan dalam sup.
Bawang putih nggak hanya bumbu dapur, dia punya sifat antivirus dan antibakteri. Meskipun rasanya menyengat, sedikit bawang putih dalam sup atau kaldu bisa bantu tubuh melawan infeksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline