Ilustrasi rambut beruban (freepik/bilahata)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu mendengar larangan mencabut rambut putih alias uban? Banyak orang percaya kalau mencabut satu uban, bisa membuat uban lainnya tumbuh lebih banyak.
Tapi, benarkah hal itu? Berikut fakta dan bahayanya.
Ilustrasi rambut uban. (Freepik)
Rambut putih muncul karena kadar melanin, yakni pigmen yang memberi warna pada rambut berkurang atau rusak. Melanin juga menentukan warna kulit dan mata seseorang.
Saat produksinya menurun, rambut pun berubah menjadi abu-abu atau putih.
Faktor genetik turut berperan besar dalam hal ini. Jika orang tuamu cepat beruban, kemungkinan besar kamu juga akan mengalaminya di usia muda.
Menariknya, uban nggak cuma muncul di usia 30 tahun ke atas, tapi bisa juga dialami oleh anak-anak atau remaja.
Baca juga: 5 Tips Alami untuk Mencegah Uban di Usia Muda, Apa Saja?
Salah satu mitos populer soal uban adalah anggapan bahwa mencabut satu helai uban bisa memunculkan banyak uban lainnya. Padahal, hal itu tidak benar.
Secara ilmiah, satu folikel rambut hanya bisa menumbuhkan satu helai rambut. Jadi, mencabut satu uban tidak akan membuat uban lain muncul di tempat berbeda.
Rambut akan kembali tumbuh di folikel yang sama, dan warnanya tetap putih jika sel melaninnya sudah rusak.
Artinya, uban muncul karena proses alami dalam tubuh, bukan karena kamu mencabut satu helai rambut putih. Namun, jika dilakukan terus-menerus, akibat sering mencabut uban bisa menimbulkan kerusakan pada kulit kepala yang justru lebih berbahaya.
Baca juga: Mengapa Uban dan Kerontokan Rambut Bisa Terjadi Lebih Cepat?
Risiko mencabut rambut putih hingga ke akarnya sangat tinggi. Salah satunya adalah kemungkinan terjadinya infeksi pada kulit kepala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Betterhealthfacts.com