Arti Tahi Lalat yang diduga tanda kanker kulit. (Photo/Freepik/amixstudio)
INDOZONE.ID - Kanker kulit termasuk salah satu jenis kanker yang bisa berakibat fatal, jika tidak terdeteksi sejak dini. Meski sebagian besar kasus dapat disembuhkan bila segera ditangani, namun melanoma—jenis kanker kulit yang lebih agresif—bisa berujung pada kematian.
Sehingga, para ahli menganjurkan agar masyarakat melakukan pemeriksaan mandiri kulit secara rutin, setidaknya sebulan sekali.
Namun, sekadar melihat kulit dari kepala hingga kaki gak cukup. Diperlukan perhatian khusus terhadap perubahan kecil yang mungkin menjadi tanda awal kanker kulit.
Direktur Medis Onkologi Bedah di Inspira Health, Vineland, New Jersey, dr. Nandini Kulkarni, menjelaskan, tanda awal kanker kulit bisa muncul dalam berbagai bentuk sederhana.
“Perubahan pada tahi lalat, luka yang tidak kunjung sembuh, atau munculnya benjolan baru bisa menjadi peringatan awal kanker kulit,” ujar dr. Kulkarni, dikutip dari Medical Daily.
Baca juga: Jarang Diketahui! Kanker Kulit Bisa Nyerang 7 Area Tubuh Ini, Bukan Hanya Kulit
Ia menambahkan, dengan melakukan pemeriksaan kulit secara rutin, seseorang akan lebih mengenal pola alami kulitnya—termasuk tahi lalat, flek, bintik, dan tanda lainnya.
Hal itu membantu mendeteksi jika ada perubahan mencurigakan di kemudian hari.
“Begitu kamu menyadari ada perubahan, segeralah berkonsultasi dengan dokter kulit,” katanya.
Untuk memudahkan pemeriksaan mandiri, dr. Kulkarni memperkenalkan panduan singkat menggunakan akronim A-B-C-D-E, yaitu:
Menurut dr. Kulkarni, waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan adalah setelah mandi, di ruangan yang cukup terang, menggunakan cermin besar, dan cermin kecil untuk bagian tubuh yang sulit terlihat.
Ilustrasi kanker kulit (Pixabay/Hans Braxmeier)
Kanker kulit tidak selalu muncul di area yang sering terkena sinar matahari. Ia juga bisa berkembang di tempat yang tidak terduga, seperti telapak kaki, kulit kepala, hingga sela-sela jari.
“Mintalah bantuan orang lain jika ada bagian tubuh yang sulit diperiksa,” ucap dr. Kulkarni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily