Ilustrasi es teh dingin. (Freepik/@Racool_studio)
INDOZONE.ID – Banyak remaja dan Gen Z yang mengalami defisiensi besi. Banyak penyebabnya yang jarang disadari, salah satunya yakni kebiasaan minum teh setelah makan.
Setiap makan di kaki lima atau restoran, es teh jadi menu minuman favorit karena murah dan menyegarkan. Padahal, kebiasaan ini bisa bikin tubuh susah menyerap zat besi dari makanan, lho!
Baca juga: Awas, Kekurangan Zat Besi Bisa Hambat Perkembangan Daya Pikir Anak
Dokter Spesialis Anak dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS mengatakan, zat besi penting banget buat tubuh. Terutama untuk membantu pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi otak tetap optimal.
Tapi sayangnya, tren gaya hidup cepat dan kebiasaan makan sembarangan bikin banyak Gen Z kekurangan zat besi.
Dampaknya bisa serius, bukan cuma bikin tubuh gampang lelah, tapi juga bisa memengaruhi daya pikir dan konsentrasi.
“Kalau remaja atau gen z kekurangan zat besi efeknya lebih ke kekebalan tubuh. Kalau misal pintarnya, otaknya bagus, tapi kekebalannya bisa lemah,” ujarnya di Jakarta.
Di samping itu, buat remaja, kekurangan zat besi juga bisa bikin daya tahan tubuh menurun, kulit pucat, dan sering pusing. Hal ini bisa mengganggu fokus belajar dan terasa letih.
Baca juga: Pentingnya Skrining Anemia Defisiensi Zat Besi, Bisa Dicegah Sejak Dini dengan Kalkulator Ajaib
dr Tiwi mengungkapkan, sekarang gen z kalau makan, minuman pendampingnya adalah es teh manis es teh tawar. Nah, yang sering dilupakan, teh mengandung tanin, senyawa yang bisa menghambat penyerapan zat besi dari makanan.
“Teh tidak boleh dikonsumsi bersama-sama dengan makan, agar zat besi bisa diserap dengan baik,” ujar dr Tiwi.
Jadi, kalau kamu minum es teh bareng nasi, sayur, atau lauk berprotein, zat besinya bisa “tertahan” dan nggak diserap maksimal oleh tubuh.
Karena itu, hindari minum teh saat makan atau sesaat setelah makan. Idealnya, beri jarak sekitar 1 jam setelah makan baru boleh minum teh. Dengan begitu, tubuh punya waktu untuk menyerap zat besi dengan baik sebelum tanin dari teh masuk.
“Jaraknya 1 jam atau lebih baru minum teh,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan