Ilustrasi gejala stroke ringan yang sering dianggap masuk angin. (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Stroke terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terhenti atau pembuluh darah pecah, sehingga bagian otak tidak bisa mendapatkan oksigen yang dibutuhkannya. Akibatnya, sel-sel otak menjadi mati serta rusak, yang dapat menyebabkan kecacatan serius hingga kematian. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda dan gejala stroke sebelum berakibat parah.
Otak manusia mengontrol hampir semua fungsi tubuh, mulai dari gerak, bicara, hingga berpikir. Saat aliran darah terhenti, otak tidak bisa menjalankan fungsinya dengan normal. Jika tidak ditangani dengan cepat, kerusakan otak bisa semakin parah.
Baca juga: 9 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Bisa Menyebabkan Stroke
Ada lima tanda utama stroke, yaitu:
Selain itu, beberapa gejala lain yang bisa terjadi meliputi:
Serangan ministroke. (Freepik)
Para ahli kerap menggunakan metode FAST untuk memudahkan tindakan yang harus dilakukan. FAST merupakan singkatan dari:
Gejala stroke bisa saja hilang dalam waktu singkat. Kondisi ini disebut Transient Ischemic Attack (TIA) atau stroke ringan. Meskipun terlihat tidak berbahaya, TIA bisa menjadi tanda awal sebelum stroke besar terjadi. Jangan abaikan gejala sekecil apa pun.
Baca juga: Gejala Stroke Ringan yang Sering Dianggap Masuk Angin, Padahal Bisa Berbahaya!
Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala stroke, segera hubungi layanan darurat atau bawa ke rumah sakit terdekat. Semakin cepat mendapatkan penanganan medis, semakin besar peluang mencegah kematian atau kecacatan.
Stroke merupakan kondisi serius dan bisa menyerang siapa saja. Dengan memahami gejala-gejala stroke melalui metode FAST, kamu dapat membantu mengantisipasi sebelum stroke besar terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Webmd.com