Ilustrasi diet gizi seimbang/Freepik
INDOZONE.ID - Pasti banyak yang sudah mendengar soal dua metode diet yang lagi tren banget nih, diet puasa (atau sering disebut Intermittent Fasting / IF) dan diet kalori defisit (yang intinya makan lebih sedikit dari kebutuhan tubuh). Nah, pertanyaannya, mana sih yang lebih efektif buat menurunkan berat badan? Yuk, kita bahas santai saja, plus minusnya seperti apa, dan apa kata riset terbaru soal ini.
Diet kalori defisit intinya kamu makan lebih sedikit kalori daripada yang dibutuhkan tubuh (total dari kebutuhan dasar tubuh plus aktivitas sehari-hari). Jadi, tubuh “terpaksa” memakai cadangan lemak sebagai energi. Sedangkan diet puasa (intermittent fasting) adalah mengatur waktu makan dengan cara berpuasa dalam jangka waktu tertentu, misalnya 16:8 (makan selama 8 jam, lalu puasa selama 16 jam). Tujuannya, selain untuk menciptakan kalori defisit, juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh.
Baca juga: 4 Cara Defisit Kalori yang Benar, Nikmati Prosesnya!
Ada beberapa temuan menarik:
Namun, ada juga riset yang menunjukkan bahwa IF tidak selalu lebih efektif daripada sekadar menjaga defisit kalori, dan hasilnya sangat bergantung pada konsistensi seseorang menjalani diet serta gaya hidup secara keseluruhan.
Dari riset internasional, IF memang bisa sedikit unggul dalam kondisi tertentu, tetapi bukan berarti “defisit kalori harian” tidak efektif, justru tetap sangat valid.
Beberapa alasan kenapa IF bisa memberi hasil yang sedikit lebih baik atau terasa “lebih mudah”:
Ilustrasi defisit kalori (freepik.com)
Beberapa alasan berikut menjelaskan hal itu:
Itulah kenapa diet kalori defisit sering dianggap lebih aman, fleksibel, dan bisa dijalankan oleh lebih banyak orang, asalkan dilakukan dengan konsisten.
Baca juga: Mengenal Diet IF, Puasa Intermiten untuk Turunkan Berat Badan hingga Jaga Kesehatan Otak
Gini deh, tidak ada yang namanya satu metode cocok untuk semua orang. Pilihan terbaik adalah yang bisa kamu jalani dengan konsisten, sesuai gaya hidup, kondisi tubuh, dan preferensi pribadi.
Beberapa tips:
Apa pun pilihannya, pastikan tetap makan cukup protein, mikronutrien (vitamin dan mineral), rajin bergerak, serta tidur cukup. Ingat, diet saja tidak cukup tanpa gaya hidup sehat. Dan yang paling penting, konsultasikan dengan profesional (dokter atau ahli gizi), terutama jika kamu memiliki kondisi medis atau ingin menurunkan berat badan secara signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PubMed, Nutritioninsight.com