Ilustrasi kanker payudara (Pixabay/Marijana1)
INDOZONE.ID - Kampanye Periksa Payudara Sendiri (SADARI) untuk pencegahan kanker payudara yang diinisiasi tenaga medis sudah menyasar gen alpha dan gen z. Hal ini dilakukan karena semakin tinggi kasus kanker payudara di Indonesia.
Data WHO (World Health Organization) tahun 2022 menyebutkan bahwa lebih dari 2 juta perempuan di Dunia didiagnosa mengalami kanker payudara. Di Indonesia, data terbaru Global Cancer Observatory melaporkan jumlah temuan baru kanker payudara di Indonesia mencapai lebih dari 66 ribu kasus. Tren ini menjadikan kanker
payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak terjadi, dan sekaligus menjadi tantangan besar bagi kesehatan perempuan di Indonesia.
Meskipun angka kejadiannya cukup tinggi, bukan berarti kanker payudara tidak bisa disembuhkan. Semakin cepat dideteksi, semakin tinggi peluang kanker payudara untuk bisa disembuhkan. Sayangnya, kesadaran masyarakat tentang deteksi dini masih rendah, dan masih banyak yang baru memeriksakan diri ketika gejala sudah
berat atau dalam stadium lanjut.
Lebih dari 15.000 perempuan di seluruh Indonesia khususnya Gen Z dan Gen Alpha, mulai dari siswi SMP, SMA, mahasiswi perguruan tinggi dikenalkan dengan SADARI bersama Charm dan YKPI.
Baca juga: 5 Kebiasaan Hidup Sehat yang Bisa Bantu Perempuan Cegah Kanker Payudara
Edukasi kanker payudara menyasar gen z dan gen alpha. (Unicharm(
Sementara itu, dalam peringatan bulan kesadaran kanker payudara tahun ini, edukasi deteksi dini kanker payudara dilakukan secara bertahap kepada lebih dari 1.000 mahasiswi dari beberapa universitas di Jakarta.
Spesialis Onkologi Dr.dr. Agus Sutarman SpB. Subsp Onk (K). SH. MH. MARS mengatakan, kanker payudara
merupakan kasus kanker nomor 1 terbanyak pada wanita di Indonesia. Kanker payudara tidak hanya menyerang usia lanjut tetapi juga usia muda. Namun, hal ini dapat dicegah dengan melakukan SADARI (perikSA payuDAra sendiRI) secara rutin teratur dan disiplin, serta SADANIS (perikSA payuDAra kliNIS) dengan tenaga medis.
"Kanker payudara dapat disembukan apabila ditemukan secara dini dan ditangani secara tepat dan cepat sehingga
harapan sembuh dan hidup akan tinggi. Untuk itu, kami menghimbau untuk melakukan SADARI 7-10 hari setelah menstruasi hari pertama," ujarnya di Jakarta.
Baca juga: Menyusui Setelah Kanker Payudara Aman atau Berisiko? Ini Penjelasannya
Dalam kesempatan sama, Direktur Unicharm Sri Haryani menambahkan, kunci deteksi dini kanker payudara adalah SADARI. Cara ini bisa dilakukan pada 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi.
"Kami meyakini bahwa menstruasi dan pencegahan kanker payudara memiliki keterkaitan yang erat, dan kami ingin seluruh perempuan dapat mengekspresikan diri tanpa henti setiap saat," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan