Ilustrasi orang sedang berlari sebagai olahraga kardio. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Latihan kardio memang dikenal sebagai cara populer untuk menjaga kebugaran dan menurunkan berat badan. Tapi, gak sedikit orang yang merasa sering kardio tapi gak ada hasil. Padahal sudah rutin jogging, bersepeda, atau ikut kelas zumba, tapi berat badan tetap segitu-segitu aja.
Nah, hal ini bisa jadi tanda kalau kamu masih melakukan kesalahan saat latihan kardio tanpa sadar. Supaya gak terus frustrasi dan hasil latihan lebih terasa, berikut beberapa alasan kenapa kardio yang sudah dilakukan tidak berjalan efektif.
Salah satu alasan utama kenapa kardio tidak efektif adalah intensitas latihan yang tidak sesuai dengan kemampuan tubuh. Jika terlalu ringan, detak jantung tidak naik cukup tinggi untuk membakar lemak secara optimal.
Sebaliknya, kalau terlalu berat, kamu bisa cepat kelelahan dan malah kehilangan tenaga untuk latihan berikutnya. Idealnya, latihan dilakukan pada target heart rate zone sekitar 60-80 persen dari detak jantung maksimal.
Kamu bisa pakai smartwatch atau heart rate monitor untuk membantu mengontrol intensitas. Dengan begitu, kamu tetap bisa membakar kalori dengan efisien tanpa membuat tubuh kelelahan.
Baca juga: Latihan Kardio atau Jalan Cepat, Mana yang Lebih Efektif?
Masih sering langsung mulai lari tanpa pemanasan? Hati-hati, kebiasaan ini termasuk kesalahan saat latihan kardio yang cukup sering dilakukan. Pemanasan membantu tubuh menyiapkan otot, sendi, dan jantung sebelum bekerja lebih keras. Tanpa tahap ini, risiko cedera akan meningkat.
Selain itu, jangan abaikan pendinginan. Setelah latihan, tubuh perlu waktu untuk menurunkan detak jantung dan suhu tubuh secara perlahan.
Pendinginan juga mencegah pegal-pegal dan membantu pemulihan lebih cepat. Jadi, meskipun terlihat sepele, dua langkah ini penting banget untuk hasil yang maksimal.
Baca juga: Mengapa Golf Jadi Olahraga Favorit Para Pebisnis Pria? Ini Alasannya
Kalau kamu merasa kardio tidak membakar lemak lagi seperti dulu, bisa jadi tubuhmu sudah terlalu terbiasa dengan pola latihan yang sama. Misalnya, kamu hanya berlari di treadmill setiap hari. Tubuh akan beradaptasi dan pembakaran kalori jadi tidak seintens sebelumnya.
Coba ubah rutinitasmu dengan menambahkan variasi, seperti bersepeda, berenang, jalan cepat, atau HIIT (High Intensity Interval Training).
Selain lebih menantang, variasi ini juga membantu melatih otot yang berbeda dan menjaga semangat latihan tetap tinggi. Dengan begitu, hasilnya akan terasa lebih cepat dan menyenangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Allinahealth.org