Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 14:30 WIB

Ramai Disebut Obat Cemas, Apa Kata Riset Soal Magnesium?

Ramai Disebut Obat Cemas, Apa Kata Riset Soal Magnesium?Sumber Magnesium (Sumber: zotezo.com)

INDOZONE.ID - Seorang fotografer, Tyler Wesley, adalah penderita gangguan kecemasan yang cukup berat selama 30 tahun. Dia mengatakan dalam video TikTok musim panas lalu bahwa ia tidak lagi merasa terganggu oleh masalah kecemasan yang dialaminya selama ini. Ia justru ‘memuji’ pil yang mengandung 500 mg magnesium dan D3.

Di akun TikTok miliknya, tagar “#magnesium” telah ditonton lebih dari 1 miliar kali, dan ia memuji bagaimana kandungan mineral tersebut membantu dirinya mengurangi rasa gugup dan cemas.

Orang-orang sudah lama percaya bahwa beberapa jenis vitamin atau suplemen dapat mengobati penyakit mental. Seorang psikiater pernah mencoba mengobati psikosis dan skizofrenia pada tahun 1950-an dengan versi vitamin B niacin, namun upaya itu berakhir sia-sia. Ada pula teori keliru bahwa dosis besar vitamin C dapat mengobati berbagai penyakit, yang diberitakan secara luas oleh ahli kimia Linus Pauling, yang mengonsumsi sekitar 18.000 mg setiap hari (jumlah harian yang disarankan adalah 75 mg hingga 90 mg per hari).

Namun, magnesium mungkin lebih bermanfaat dibandingkan jenis vitamin lainnya. Magnesium adalah mineral penting untuk fungsi tubuh dan memiliki banyak fungsi fisiologis serta neurologis. Ada data menarik yang menunjukkan bahwa hal ini mungkin membantu beberapa orang dengan gejala kecemasan atau depresi.

Ada dorongan luar biasa untuk melakukan perbaikan kesehatan secara cepat sepanjang tahun ini. Magnesium umumnya aman untuk dicoba bagi kebanyakan orang, meskipun penyakit mental sangat kompleks dan biasanya disebabkan oleh beberapa faktor berbeda. Jika hasil dari satu suplemen tidak memperbaiki hidup Anda secara signifikan, maka mengeluarkan terlalu banyak uang untuk terus mencoba suplemen tersebut justru akan membuat Anda merasa lebih buruk.

Baca juga: 7 Sayuran Kaya Magnesium yang Sering Diremehkan, Bantu Kurangi Stres dan Cegah Kram Otot

Apa pendapat penelitian terkait magnesium dan kecemasan?

Menurut Louise Dye, seorang profesor di Fakultas Ilmu Pangan dan Gizi di Universitas Leeds, hampir separuh orang Amerika tidak mendapatkan jumlah magnesium yang diperlukan dari makanan mereka; bagi kebanyakan individu, jumlah tersebut bervariasi berdasarkan usia dan jenis kelamin dan berkisar antara 300 mg hingga 400 mg. Selain itu, ada bukti yang menunjukkan bahwa peningkatan asupan magnesium dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan pada manusia.

Empat dari delapan penelitian terbaru yang ditinjau oleh Dye dan rekannya menunjukkan bahwa magnesium memiliki efek menguntungkan pada kecemasan. Uji klinis acak pada tahun 2018 yang dilakukan di klinik rawat jalan primer menemukan bahwa mengonsumsi magnesium dapat memperbaiki gejala depresi ringan hingga sedang pada beberapa partisipan. Namun, karena uji coba ini bersifat label terbuka, peserta lebih rentan terhadap efek plasebo, sebuah fenomena di mana ekspektasi memengaruhi perasaan seseorang, karena mereka tahu apa yang mereka gunakan.

Bagaimana magnesium dapat membantu mengatasi depresi atau kecemasan? “Kami tahu banyak tentang cara kerja magnesium di dalam tubuh,” kata Katie Holton, ahli saraf nutrisi di American University.

Tampaknya ada efek relaksasi umum dari magnesium. Ini mungkin mengurangi reaksi stres dengan membatasi rangsangan berlebihan melalui neurotransmitter glutamat. Menurut Holton, konsumsi glutamat berlebihan telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan mental dan dapat mengganggu fungsi otak. Selain berguna untuk memproduksi enzim yang mengubah karbon dioksida dan melatonin, magnesium juga memiliki efek neuroprotektif melalui pengendalian ekspresi protein penting yang dikenal sebagai faktor neurotropik yang diturunkan dari otak, atau Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Di antara banyak fungsinya, BDNF terlibat dalam plastisitas saraf, pembelajaran, dan memori.

Namun, studi tambahan diperlukan untuk memahami dampaknya sepenuhnya. Dosis optimal bagi individu untuk melihat peningkatan dan perbandingannya dengan intervensi lain seperti pengobatan dan terapi perilaku kognitif masih belum diketahui. Selain itu, masih belum jelas apakah orang yang mengalami defisiensi mendapat manfaat lebih dari suplementasi magnesium dibandingkan mereka yang mendapat asupan normal dalam hal meredakan kecemasan.

Bagaimana saya bisa meningkatkan asupan magnesium?

Ramai Disebut Obat Cemas, Apa Kata Riset Soal Magnesium?Ilustrasi cemas (freepik/jcomp)

Tidak disarankan bagi orang untuk menggunakan suplemen magnesium jika mereka sedang menjalani pengobatan lain atau memiliki masalah kesehatan tertentu. Penting untuk menemui dokter sebelum memulai program suplementasi baru, terutama jika Anda mengakhiri pengobatan lain. Orang sering kali lebih memilih pengobatan alami dibandingkan pengobatan sintetik, terutama untuk penyakit mental, yang merupakan salah satu alasan mengapa vitamin begitu menggiurkan. Namun, tidak disarankan berhenti mengonsumsi obat resep, seperti antidepresan dan memilih vitamin.

Baca juga: 6 Manfaat Magnesium untuk Redakan Kram Perut saat Menstruasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ramai Disebut Obat Cemas, Apa Kata Riset Soal Magnesium?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!