Ilustrasi jempol sakit. (freepik)
INDOZONE.ID - Jempol tangan adalah salah satu jari yang paling sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari mengetik di ponsel hingga mengangkat benda.
Banyak orang sering bertanya, kenapa jempol tangan sakit saat digerakkan, padahal aktivitas yang dilakukan tampak ringan. Berikut penyebabnya.
Ilustrasi nyeri sendi pada jempol. (freepik)
Carpal tunnel syndrome (CTS) terjadi ketika saraf median di pergelangan tangan tertekan. Kondisi ini menimbulkan nyeri sendi pada jempol tangan, kesemutan, atau kesulitan menggerakkan jempol.
Penanganan awal meliputi istirahat, kompres es, dan obat antiinflamasi. Jika nyeri tidak membaik, konsultasi dokter mungkin diperlukan untuk tindakan lebih lanjut, termasuk operasi.
Baca juga: 10 Bahan Alami untuk Menghilangkan Bau Bawang di Tangan yang Jarang Diketahui
Basal joint arthritis (BJA) membuat tulang rawan di pangkal jempol dan pergelangan tangan melemah, sehingga menimbulkan nyeri sendi pada jempol tangan.
Kondisi ini bisa terkait dengan rheumatoid arthritis atau osteoarthritis. Penanganan dokter diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Baca juga: Penjelasan Medis di Balik Memar Tangan Donald Trump yang Bikin Publik Cemas
Terkilir terjadi ketika ligamen jempol robek akibat gerakan berlebihan ke belakang. Gejala termasuk nyeri, bengkak, dan memar. Penanganan di rumah dapat mengikuti metode RICE:
- Rest (Istirahat): Hindari menggerakkan jempol selama 48 jam.
- Ice (Es): Kompres dengan es yang dibungkus handuk selama 20 menit beberapa kali sehari.
- Compression (Tekanan): Gunakan perban untuk menekan area bengkak.
- Elevation (Tinggikan): Angkat tangan lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi pembengkakan.
Selain itu, konsumsi obat antiinflamasi juga bisa membantu. Jika nyeri berlanjut lebih dari 48 jam, segera periksa ke dokter.
Patah atau retak tulang jempol dapat menyebabkan nyeri hebat yang menjalar hingga pergelangan.
Penanganan tergantung tingkat keparahan, mulai dari pemasangan gips 4-6 minggu hingga operasi jika patahannya parah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthpartners.com