Ilustrasi pria mengalami andropause. (Freepik)
INDOZONE.ID - Perbincangan seputar perubahan hormonal, umumnya berfokus pada perempuan, terutama saat memasuki masa menopause.
Namun, kaum pria juga mengalami fase serupa yang disebut andropause. Kondisi ini ditandai penurunan kadar testosteron secara perlahan, seiring bertambahnya usia.
Dikutip dari Hindustan Time, Andropause merupakan perubahan bertahap yang dapat menimbulkan tantangan emosional, kognitif, hingga memengaruhi hubungan sosial dan keluarga.
Namun, pembahasan ini sering diabaikan. Sehingga, membuat banyak pria tidak punya pemahaman atau kata-kata untuk menjelaskan apa yang mereka rasakan selama fase tersebut.
“Sebagai psikoterapis yang telah mendampingi banyak pria melewati masa transisi yang kompleks ini, saya tidak dapat menekankan betapa pentingnya memahami andropause, sebagai bagian krusial dari kesehatan dan kesejahteraan pria, meski sering kali tidak disadari,” ujar Dr. Chandni Tugnait, psikoterapis, kepada Health Shots.
Baca juga: Pria Usia 40 Tahun, Waspadai Kekurangan Hormon Testosteron
Saat memasuki andropause, pria dapat mengalami perubahan fisik dan emosional yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa efek yang umum dirasakan:
Banyak pria pertama kali menyadari turunnya stamina. Mereka membutuhkan waktu lebih lama, untuk pulih setelah berolahraga, mudah lelah, atau bangun tidur tanpa merasa segar meski sudah beristirahat cukup.
Dorongan seks juga dapat menurun, sering kali disalahartikan sebagai efek stres atau penuaan biasa. Padahal, perubahan ini menandakan adanya proses biologis dalam tubuh.
Perubahan hormonal dapat memicu naik-turunnya emosi, seperti mudah marah, frustrasi, atau sedih tanpa sebab yang jelas.
“Alih-alih membicarakan perasaan tersebut, sebagian pria memilih menarik diri sehingga menciptakan jarak dalam hubungan,” kata Tugnait.
Ilustrasi pria mudah sensitif akibat gejala andropause. (Freepik)
Ketidakmampuan mengekspresikan perasaaan, dapat menimbulkan salah paham. Sebab, pasangan mungkin mengira perubahan suasana hati tersebut sebagai tanda kurangnya perhatian.
Seiring penurunan testosteron, banyak pria mulai meragukan daya tarik, kemampuan, hingga nilai diri mereka. Perubahan ini tidak sekadar rasa tidak percaya diri sesaat, tetapi dapat memengaruhi berbagai aspek hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times