Ilustrasi orang yang senang mendapat hadiah. (Ilustrasi/evoke.ie)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih susah berhenti scroll media sosial, ngemil manis, atau belanja online tanpa henti? Dopamine detox hadir sebagai jeda dari semua kebiasaan itu. Ide dasarnya simpel: menjauh sementara dari hal-hal yang bikin otak “senang” supaya kita bisa fokus dan lebih tenang.
Tapi jangan salah paham, otak nggak bisa “dikosongkan” dari dopamine. Metode ini lebih mirip latihan mengurangi kebiasaan impulsif supaya otak punya ruang untuk hal yang lebih penting. Bisa sesingkat beberapa jam sampai beberapa hari.
Baca juga: Dopamine Fasting Diam-Diam Merebak di Kalangan Gen Z, Gaya Hidup Tak Lazim tapi Efektif!
Dikenalkan oleh Dr. Cameron Sepah untuk pekerja di dunia teknologi, dopamine detox bukan soal “membersihkan dopamine”, tapi mengurangi ketergantungan pada notifikasi, media sosial, dan gangguan digital, sambil belajar menghadapi kebosanan. Beberapa kebiasaan yang biasanya dikurangi:
Dengan begitu, kita bisa lebih bebas dari dorongan instan yang bikin ketergantungan.
Ilustrasi mood bagus. (Freepik)
Dopamine membantu kita termotivasi, fokus, belajar, dan menjaga mood. Masalah muncul kalau stimulasi berlebihan, misal scroll sosial media nonstop, otak jadi kebal dengan “hadiah instan” dan susah puas.
Selama detox, kita menjauh dari pemicu dopamine untuk sementara, dari camilan manis sampai hiburan cepat. Tujuannya memberi ruang pikiran lebih jernih dan fokus.
Tapi detox total tidak mungkin, karena otak tetap memproduksi dopamine. Lebih tepat disebut unplugging sementara dari kebiasaan tertentu.
Meski bukan detoks literal, menjauh dari kebiasaan impulsif punya efek nyata. Beberapa manfaatnya adalah:
Studi juga menunjukkan, mereka yang menerapkan prinsip mirip dopamine fast merasakan lebih fokus, stres berkurang, dan tidur lebih nyenyak.
Baca juga: Dopamine Dressing: Tren Fashion yang Bikin Mood Naik
Tapi jangan lakukan aktivitas secara ekstrim; lakukan dengan realistis supaya nggak merasa kesepian atau cemas.
Dopamine detox bukan tentang “menghapus” dopamine, tapi membantu mengurangi distraksi dan kebiasaan adiktif, meningkatkan fokus dan mindfulness, serta memberi ruang refleksi diri dan kontrol emosi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medicalnewstoday.com