Ilustrasi anak autisme. (Freepik)
INDOZONE.ID - Suatu studi terbaru pada hewan, yang diterbitkan di PLoS Biology menemukan hasil yang menggembirakan.
Rupanya, kombinasi terhadap tiga jenis suplemen ini, mampu meningkatkan konektivitas otak dan perilaku sosial. Hal itu setelah dilakukan penelitian pada tiga model tikus berbeda yang mewakili autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD).
Dikutip dari Medical News Today, ketika ketiga suplemen tersebut diberikan secara terpisah dengan dosis yang sama, tidak ditemukan perubahan pada otak maupun perilaku.
Ming-Hui Lin, penulis pertama studi tersebut menilai, temuan tersebut memberikan dukungan kuat terhadap manfaat kombinasi suplemen nutrisi dosis rendah.
Meskipun banyak dibicarakan, autisme masih menjadi kondisi yang belum sepenuhnya dipahami. Berbagai penelitian menunjukkan, ASD punya komponen genetik yang kuat, dengan sekitar 60–90 persen risiko dipengaruhi faktor keturunan.
Memiliki anggota keluarga dekat dengan autisme, meningkatkan risiko seseorang mengembangkan ASD.
Baca juga: Probiotik Dinilai Efektif Kurangi Gejala Autisme, Ini Kata Peneliti
Lebih dari 900 gen telah diidentifikasi berperan dalam risiko autisme, dan menunjukkan, kondisi ini sangat kompleks.
Selain faktor genetik, sejumlah faktor lingkungan juga berkontribusi, termasuk usia orang tua yang lebih tua, diabetes gestasional, hipertensi selama kehamilan, serta kesehatan mental ibu.
Yang penting, para ilmuwan menegaskan, vaksin tidak berkaitan dengan risiko autisme.
Ilustrasi otak dan suplemen/Freepik
Penelitian hewan memainkan peran penting dalam riset ilmiah, tetapi model tikus untuk autisme memiliki tantangan signifikan. Banyak ahli menilai, ASD adalah kondisi unik pada manusia.
Sehingga, hasil penelitian pada tikus harus ditafsirkan dengan hati-hati, terlebih dalam studi gangguan perkembangan saraf.
Secara umum, ciri ASD dianggap muncul akibat gangguan pada perkembangan otak, khususnya pada proses sinyal antar sel saraf dan pembentukan sinaps.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today