Ilustrasi cowok bermain game. (axisimagingnews)
INDOZONE.ID - Aktivitas bermain gim yang kian populer di berbagai kalangan, ternyata menyimpan risiko kesehatan mata yang tidak bisa diabaikan.
Data terbaru menunjukkan, rata-rata gamer menghabiskan 8,41 jam per hari di depan layar, dengan sekitar 4,41 jam di antaranya digunakan khusus untuk bermain video game.
Berdasarkan survei American Optometric Association (AOA), penggunaan layar dalam durasi panjang, berdampak signifikan terhadap kesehatan mata. Ada sebanyak:
Kondisi tersebut kerap dikenal sebagai digital eye strain, gangguan yang semakin sering ditemukan seiring meningkatnya waktu layar harian.
Baca juga: Gen Z, Hati-hati! Kecanduan Main Game Online Bisa Percepat Risiko Stroke dan Diabetes
Tidak hanya itu, infografik survei juga menunjukkan, 52 persen gamer telah didiagnosis memiliki gangguan mata.
Namun ironisnya, hanya 46 persen yang rutin menjalani pemeriksaan mata tahunan, dan persentase yang sama baru berkonsultasi dengan dokter mata terkait durasi screen time mereka.
Ilustrasi orang sedang bermain game. (Freepik) (Freepik)
Jenis perangkat yang digunakan gamer pun beragam. Beberapa di antaranya yakni:
Paparan cahaya layar dari berbagai perangkat itu, memperbesar risiko kelelahan mata jika tidak disertai kebiasaan visual yang sehat.
Para ahli optometri menekankan, pentingnya langkah pencegahan sederhana namun konsisten, untuk menjaga kesehatan mata, yaitu:
Pemeriksaan mata rutin juga dinilai krusial, terutama bagi gamer aktif yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar setiap hari.
Dengan meningkatnya budaya gaming, kesadaran akan kesehatan mata menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa pengelolaan yang tepat, gangguan penglihatan berpotensi mengganggu kualitas hidup gamer dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association