Ilustrasi lansia sehat. (SAE Clinique)
INDOZONE.ID - Menua adalah proses alami yang tidak bisa dihindari. Namun, bertambahnya usia bukan berarti kualitas hidup harus menurun.
Justru, masa tua bisa menjadi fase kehidupan yang tetap produktif dan sehat. Ada banyak cara yang bisa disontek untuk menjaga kesehatan fisik, mental, maupun medis.
Founder dan Medical Director SAÉ Clinique Menurut dr. Sebastian, tantangan utama masyarakat saat ini membuat lansia tetap sehat dan aktif. Hal ini perlu dilakukan agar bisa menikmati hidup di usia lanjut.
“Usia boleh bertambah, tetapi fungsi tubuh dan semangat hidup seharusnya tidak berhenti. Kita membutuhkan solusi medis yang mendukung manusia untuk hidup lebih lama dan tetap bermakna,” ujarnya kepada wartawan.
Baca juga: Lansia Modern Bisa Lawan Demensia Dibantu Terapi Otak TPS, Apa Itu?
Salah satu kunci utama kualitas hidup lansia adalah tetap aktif dan memiliki tujuan. Sosok The Siu Siu, yang dikenal luas sebagai Ratu Lemon, menjadi contoh nyata bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya.
Di usia lanjut, ia tetap produktif dengan mendukung distribusi buah-buahan lokal, membantu petani, dan membuka akses pasar yang lebih luas hingga ke supermarket.
Alih-alih memperlambat langkah, The Siu Siu justru terus bergerak dan memberi dampak bagi banyak orang. Kisahnya membuktikan bahwa masa tua bukan akhir dari kontribusi, melainkan kesempatan untuk memberi nilai lebih besar kepada lingkungan sekitar.
“Kita membutuhkan lebih banyak figur lansia yang tidak hanya hidup lebih lama, tetapi tetap aktif, produktif, dan menginspirasi generasi berikutnya,” ungkap dr. Sebastian.
Aktivitas fisik juga menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas hidup lansia. Namun, proses penuaan kerap disertai penurunan kekuatan otot, fleksibilitas sendi, hingga daya ingat. Hal ini juga dialami The Siu Siu, terutama setelah mengalami insiden jatuh di kamar mandi.
Brand Ambassador SAÉ Clinique sekaligus pelatih tari Denny Howman, yang mendampingi aktivitas fisik The Siu Siu, menyaksikan langsung kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan gerak, penurunan stamina, dan gangguan memori sempat memengaruhi kualitas latihan dan kepercayaan diri.
“Saya melihat langsung bagaimana kondisi Ieie sempat menurun, terutama setelah mengalami jatuh di kamar mandi. Persendiannya tidak lagi seleluasa sebelumnya,” ujar Denny.
Namun, dengan pendampingan yang tepat dan terapi yang sesuai, kondisi fisik lansia dapat kembali membaik secara bertahap. Aktivitas seperti latihan ringan, menari, atau gerak terstruktur terbukti membantu menjaga keseimbangan, koordinasi, dan rasa percaya diri.
“Saat latihan, sering menyampaikan keluhan daya ingat yang menurun dan range of motion yang semakin terbatas. Tenaganya pun terlihat menurun cukup drastis,” tambah dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan