Ilustrasi Buah Pereda Sakit Gigi. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Sakit gigi itu rasanya bisa bikin hari langsung berantakan. Mau makan nggak enak, mau ngobrol males, tidur pun sering kebangun.
Sebelum buru-buru minum obat atau ke dokter, ternyata ada beberapa buah yang bisa bantu meredakan sakit gigi secara alami.
Kandungan vitamin, mineral, dan zat antibakteri di dalam buah-buahan ini bisa membantu mengurangi nyeri dan peradangan ringan. Cocok banget buat pertolongan pertama saat sakit gigi datang tiba-tiba.
Yuk simak 7 buah pereda sakit gigi dilansir dari Healthline selengkapnya!
Baca juga: 7 Buah Pereda Nyeri Haid yang Bisa Kamu Coba Saat PMS
Ilustrasi Buah Pereda Sakit Gigi. (Foto: Freepik @Freepik)
Pisang jadi salah satu buah yang paling aman dikonsumsi saat gigi lagi bermasalah. Teksturnya lembut, nggak bikin gigi makin ngilu, dan kaya akan kalium serta vitamin B6.
Nutrisi ini membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi rasa nyeri. Selain itu, pisang juga bikin perut kenyang tanpa perlu banyak mengunyah.
Apel dikenal sebagai buah yang baik untuk kesehatan mulut. Saat dikunyah, apel bisa membantu merangsang produksi air liur yang berfungsi membersihkan sisa makanan dan bakteri di gigi.
Kandungan vitamin C-nya juga mendukung kesehatan gusi. Kalau sakit gigi masih ringan, makan apel bisa jadi cara alami buat bantu meredakannya.
Pepaya punya enzim papain yang bersifat antiinflamasi dan membantu melawan bakteri.
Buah ini juga kaya vitamin C yang penting untuk daya tahan tubuh dan kesehatan jaringan gusi. Teksturnya yang lembut bikin pepaya nyaman dikonsumsi tanpa bikin gigi makin sakit.
Di balik rasanya yang segar, nanas mengandung bromelain, senyawa alami yang dikenal bisa membantu mengurangi peradangan dan nyeri.
Bromelain sering dimanfaatkan sebagai pereda nyeri alami. Tapi, konsumsinya tetap harus secukupnya, karena nanas yang terlalu asam bisa bikin gigi sensitif makin terasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline