Ilustrasi orang yang kesurupan (Pixabay/chainatp)
INDOZONE.ID - Kesurupan merupakan fenomena yang masih sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat dan terus dikaitkan dengan hal-hal mistis.
Banyak orang menganggapnya sebagai kondisi ketika seseorang dirasuki makhluk gaib dan kehilangan kendali atas dirinya.
Pandangan ini muncul karena gejala kesurupan sering tampak ekstrem, seperti berteriak, bergerak tidak terkendali, atau berbicara dengan suara yang berbeda.
Namun, dunia medis dan psikologi memiliki penjelasan yang lebih rasional dan ilmiah mengenai fenomena ini.
Baca juga: Tren Wellness 2026: Rumah Sakit Jadi Pusat Gaya Hidup Sehat Terintegrasi
Dalam ilmu kedokteran, kesurupan tidak dikaitkan dengan unsur supranatural.
Fenomena ini dijelaskan sebagai bagian dari gangguan disosiatif, yaitu gangguan pada kesadaran, ingatan, dan identitas seseorang.
World Health Organization (WHO) melalui International Classification of Diseases edisi ke-11 (ICD-11) menyebut kondisi ini sebagai Dissociative Trance Disorder (DTD).
DTD terjadi ketika seseorang mengalami perubahan kesadaran sementara sehingga tidak betul-betul menyadari tindakan, pikiran, atau lingkungannya.
Pada fase ini, individu dapat memperlihatkan perilaku yang berbeda dari biasanya dan sulit mengontrol respons tubuh maupun emosinya.
Baca juga: Sering Tertekan Ekspektasi Keluarga? Ini Cara Mengatasi Pressure dari Orang Tua
Kesurupan umumnya dipicu oleh tekanan psikologis yang berat.
Stres emosional, konflik batin, trauma masa lalu, serta tekanan akademik atau pekerjaan dapat menjadi faktor utama.
Selain itu, kondisi fisik seperti kelelahan ekstrem, kurang tidur, dan daya tahan tubuh yang menurun juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: WHO, Cleveland Clinic