Ilustrasi orang tua dan anak yang beranjak dewasa. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu dengar orang bilang, “Wah, kamu mirip banget ya sama ayahmu! Sifatnya juga persis dia waktu muda.” Atau sebaliknya, kamu sendiri merasa sifat kritis itu kayaknya diturunkan dari ibumu? Pertanyaan klasik ini sering banget muncul di percakapan sehari-hari: apakah sifat orang tua benar-benar bisa turun ke anak secara langsung?
Kita bakal bongkar hal ini dari sisi ilmiah, termasuk apa kata para peneliti internasional tentang faktor genetik, lingkungan, sampai cara keduanya “barengan” menentukan siapa kita sebenarnya.
Sebelum masuk ke penjelasan ilmiah, penting kita pahami dulu, ketika orang ngomong soal “sifat orang tua turun ke anak”, biasanya mereka maksudkan dua hal:
Secara ilmiah, sifat fisik memang jelas ditentukan oleh gen yang diwariskan dari kedua orang tua melalui DNA. Gen ini adalah kode biologis yang memengaruhi banyak hal di tubuh kita. Namun, kalau ngomongin sifat nonfisik seperti kepribadian, respons terhadap stres, atau kecenderungan introvert/ekstrovert, urusannya jauh lebih kompleks dan nggak semata-mata genetis saja.
Baca juga: Penjelasan Food Genomics, Pola Makan Berbasis Genetik yang Bisa Perbaiki Tren Kesehatan Masyarakat
Jawabannya iya, tapi tidak sepenuhnya. Penelitian genetika dan psikologi menunjukkan bahwa kepribadian punya komponen genetik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar kita. Ini disebut heritabilitas, yaitu tingkat di mana variasi sifat dalam populasi dapat dijelaskan oleh faktor genetik. Intinya begini:
Beberapa aspek kepribadian dapat dipengaruhi oleh gen, misalnya kecenderungan menjadi lebih waspada, respons emosional, atau temperamen yang cenderung mudah atau sulit rileks. Namun, gen bukan penentu tunggal. Banyak sifat kita dipengaruhi oleh pengalaman hidup, lingkungan keluarga, sekolah, teman, hingga budaya.
Misalnya, studi klasik yang mengeksplorasi trait kepribadian menggunakan struktur Big Five (Extraversion, Agreeableness, Conscientiousness, Neuroticism, Openness) menunjukkan bahwa genetik punya peran signifikan, tetapi tidak absolut.
Artinya, meskipun kamu punya gen dari orang tua yang bisa membuatmu memiliki ciri tertentu (misalnya lebih introvert), cara kamu tumbuh di lingkungan juga bisa membuat trait itu berubah atau berkembang menjadi bentuk yang berbeda.
Setelah tahu bahwa gen punya peran, kamu mungkin berpikir, “Terus kenapa sering banget kita mirip banget sama orang tua?”
Ada dua alasan utama:
Walaupun kepribadian itu kompleks, estimasi banyak studi menunjukkan sebagian trait bisa diwariskan secara genetik, meskipun nggak semua trait punya kontribusi genetik besar.
Contohnya, anak dengan orang tua yang cenderung tenang atau emosional sering memiliki kecenderungan serupa. Itu bukan karena mereka diajarkan oleh orang tua saja, tetapi karena gen menentukan kecenderungan dasar reaksi emosional mereka terhadap dunia.
Ini bagian yang sering luput dari perhatian orang. Anak tumbuh dengan melihat cara orang tua bertindak, berbicara, bahkan menghadapi kegagalan itu semua terserap kuat ke dalam perkembangan kepribadian. Ini masuk kategori nurtureatau lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PubMed