Ilustrasi makanan gizi seimbang (freepik)
INDOZONE.ID - Dokter Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Davie, menjelaskan bahwa food genomics adalah terapi nutrisi yang berbasis genetika. Terapi ini diharapkan bisa mendukung perbaikan tren kesehatan masyarakat.
"Food genomics dapat menjadi alat pendukung dalam menentukan pola makan yang lebih personal, sehingga berkontribusi pada perbaikan tren kesehatan masyarakat Indonesia dalam sepuluh tahun ke depan,” kata dr. Davie, dilansir ANTARA.
Food genomics ini merekomendasikan asupan sesuai dengan kode genetik setiap individu. Ini karena perbedaan gen membuat respons tubuh setiap orang berbeda terhadap makanan, termasuk pada metabolisme dan potensi intoleransi.
Baca juga: 3 Perawatan Kecantikan Sultan yang Booming di 2026, Bikin Kamu Tertarik Coba!
“Tidak ada satu pola makan yang cocok untuk semua orang. Perbedaan kode genetik mempengaruhi cara tubuh merespons nutrisi, sehingga pendekatan ini bersifat sangat personal,” tegasnya.
Tes food genomics ini menggunakan sampel darah atau air liur, lalu dianalisis sekitar 1 - 2 minggu.
Hasilnya akan diinterpretasikan oleh dokter gizi klinik untuk memberikan rekomendasi nutrisi personal. Rekomendasi termasuk pada pengaturan makronutrien, vitamin, lemak esensial omega-3, bahkan olahraga yang cocok.
Davie menjelaskan, secara teori hasil nutrigenomik tidak berubah. Hal ini karena setiap orang memiliki genetik yang bersifat tetap. Namun, dalam penerapannya ada pertimbangan pada faktor epigenetik dan lingkungan, seperti pola hidup, aktivitas fisik, dan stres.
Salah satunya yaitu diet. Ketika seseorang melakukan diet dan berhasil, bisa saja diet tersebut justru tidak efektif jika diterapkan oleh orang lain.
Baca juga: Mengenal Sleep Paralysis atau Ketindihan, Ini Penjelasan Secara Medis!
Selain itu, panel nutrigenomik akan memberikan gambaran mengenai potensi alergi makanan. Dengan demikian, seseorang bisa menghindari makanan-makanan tersebut.
Ia juga menegaskan, food genomics bukan pengganti prinsip hidup sehat. Tapi masyarakat harus tetap memulai pola makan teratur, tidak telat makan, dan komposisi makanan seimbang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA