Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 29 JANUARI 2026 • 14:20 WIB

Keputihan Ada Perubahan Warna, Bau, Dan Bentuk? Waspada Tanda Kanker, Ini Penjelasan Ahli

Keputihan Ada Perubahan Warna, Bau, Dan Bentuk? Waspada Tanda Kanker, Ini Penjelasan AhliIllustrasi tubuh perempuan (ANTARA)

INDOZONE.ID - Keputihan pada area kemaluan merupakan hal lumrah yang dialami oleh wanita. Akan tetapi, jika ada perubahan warna, bau, tekstur, atau volume, bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

Dikutip Hindustan Times, dokter spesialis onkologi radiasi, Lohith Reddy mengungkapkan arti perubahan warna, bau, tekstur, dan volume keputihan. Ia mengatakan, keputihan normal terjadi ketika siklus menstruasi, kehamilan, serta perubahan hormonal. 

Namun, perubahan warna, bau, tekstur, dan volume terus-menerus, tidak boleh dianggap remeh.

Baca juga:  Kebiasaan Nonton Video Pendek dan Doom Scrolling Bisa Rusak Otak? Simak Dampaknya

“Saya sering menemui perempuan yang didiagnosis kanker serviks pada tahap di mana tanda peringatan sebenarnya sudah ada, tetapi terabaikan. Salah satu gejala yang paling umum namun sering diremehkan adalah keputihan yang menetap atau tidak biasa,” kata Dr. Lohith.

Lohith menjelaskan terkait indikator awal perubahan, yaitu pada warna keputihan. Umumnya, keputihan berwarna putih, tapi ada beberapa warna yang harus diperhatikan dan tidak boleh diabaikan.

“Normalnya, keputihan berwarna bening atau keputihan. Keputihan bercampur darah, berwarna merah muda, cokelat, atau cair atau encer yang bercampur darah di luar masa haid sangat mengkhawatirkan,” tuturnya.

Perubahan warna, ia menyebut, adalah petunjuk penting dalam masalah ini. Apabila keputihan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu, tanda adanya infeksi. Jika berlangsung lama dan tidak berobat, serviks harus dievaluasi secara menyeluruh.

Baca juga:  Penyakit Kardiovaskular Masih Jadi Ancaman Utama, Deteksi Dini Berbasis Imaging Jadi Kunci

Selanjutnya, keputihan bisa menjadi tanda adanya kanker, seperti cairan encer bercampur darah, apalagi setelah berhubungan seksual di antara periode haid atau setelah menopause.

Ia menyebut, keputihan yang sehat itu hampir tidak berbau atau tidak berbau sama sekali. Jika ada bau kuat, busuk, atau tidak sedap, berarti harus diperhatikan karena menjadi tanda bahaya. 

“Pada penyakit serviks stadium lanjut, kerusakan jaringan tumor dan infeksi sekunder dapat menimbulkan bau yang sangat tidak sedap. Berbeda dengan infeksi seperti vaginosis bakterialis, keputihan akibat kanker biasanya tidak membaik dengan pengobatan standar,” jelas dia.

Baca juga: Penelitian Ungkap Olahraga 150 Menit per Minggu Bisa Turunkan Usia Otak

Selain pada warna dan bau, tekstur keputihan juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Dokter onkologi tersebut menyebut bahwa tekstur itu sama pentingnya dengan indikator lain, walaupun jarang diperhatikan. Salah satu tanda yang sering terjadi adalah tekstur yang encer dalam jumlah banyak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Keputihan Ada Perubahan Warna, Bau, Dan Bentuk? Waspada Tanda Kanker, Ini Penjelasan Ahli

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!