Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 29 JANUARI 2026 • 18:00 WIB

Apa Penyebab Seseorang Mengalami NPD?

Apa Penyebab Seseorang Mengalami NPD?Ilustrasi Orang NPD. (Foto: Freepik )

INDOZONE.ID - Narcissistic Personality Disorder, atau yang sering disingkat NPD, adalah istilah psikologi yang belakangan sering muncul di timeline media sosial. Banyak yang memakai istilah ini untuk menggambarkan orang yang “sok banget”, egois, atau selalu minta perhatian. Padahal, sebenarnya ini lebih dari sekadar sifat kepribadian. NPD adalah gangguan kepribadian serius yang bisa memengaruhi cara seseorang berpikir, berinteraksi dengan orang lain, bahkan menjalani kehidupan sehari-hari.

Tapi pertanyaannya, kok bisa seseorang mengalami NPD? Apa saja penyebab NPD itu? Di artikel ini, kita bakal membahasnya secara lengkap, supaya kamu punya gambaran yang utuh soal penyebab gangguan kepribadian ini.

NPD Bukan Sekadar Sifat “Narsis” Biasa

Sebelum kita membahas penyebabnya, penting untuk menyadari bahwa NPD itu bukan sekadar orang yang narsis di media sosial atau suka pamer foto mirror selfie. Banyak orang punya sifat narsis, tapi itu belum tentu berarti mereka mengalami NPD. NPD adalah kondisi klinis yang biasanya berdampak besar pada kehidupan pribadi dan hubungan sosial seseorang.

Seseorang dengan NPD sering merasa dirinya paling penting, selalu ingin dipuji, menganggap diri paling spesial, dan kurang peduli pada perasaan orang lain. Ini bisa jadi lebih dari sekadar sifat narsis biasa, apalagi kalau sikap-sikap tersebut sudah membuat hubungan, pekerjaan, atau kehidupan sehari-harinya terganggu. Dalam kondisi seperti itu, kemungkinan besar ada masalah yang lebih serius di baliknya.

Baca juga: Apa Saja Tanda NPD? Kenali Ciri dan Cara Menghadapi Orang dengan Gangguan Kepribadian

Kenapa NPD Bisa Terjadi? Penyebabnya Belum Mutlak Diketahui

Sampai sekarang, dunia medis belum bisa menyebutkan satu penyebab tunggal yang pasti untuk NPD. Para ahli sepakat bahwa penyebabnya bersifat kompleks dan melibatkan banyak faktor yang saling berinteraksi.

Secara umum, faktor-faktor yang diduga menyebabkan seseorang mengalami NPD bisa dibagi ke dalam beberapa bagian berikut.

1. Faktor Genetik dan Biologis

Salah satu teori menyebutkan bahwa faktor genetik kemungkinan turut memengaruhi risiko seseorang mengalami NPD. Artinya, jika dalam keluarga dekat ada yang memiliki gangguan kepribadian ini, seseorang bisa saja lebih rentan mengalami kondisi serupa.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan struktur atau fungsi otak pada individu dengan NPD, terutama di area yang berkaitan dengan empati dan regulasi emosi.

Namun, perlu diingat bahwa faktor genetik bukan sesuatu yang mutlak. Memiliki “bakat” genetik tidak berarti seseorang pasti akan mengalami gangguan ini.

2. Lingkungan Masa Kecil dan Pola Asuh

Ini adalah salah satu faktor yang paling sering disebut dalam penelitian tentang NPD. Cara orang tua atau pengasuh memperlakukan anak sejak kecil bisa berdampak jangka panjang pada pembentukan kepribadian mereka.

Beberapa pola asuh yang dianggap berkontribusi antara lain:

  • Terlalu dimanja atau dipuji secara berlebihan tanpa alasan jelas. Anak dibesarkan seolah-olah dia selalu paling hebat. Hal ini bisa membuat anak belajar bahwa dunia harus selalu memujinya.
  • Terlalu sering dikritik atau diabaikan secara emosional. Anak yang kurang mendapatkan perhatian emosional dari orang tua justru bisa mengembangkan rasa diri yang rapuh dan menggunakan narsisme sebagai mekanisme pertahanan.
  • Pengasuhan yang tidak konsisten. Perpaduan antara pujian berlebihan dan kritik tajam yang datang silih berganti juga bisa membuat anak bingung dalam membangun harga diri mereka.

3. Trauma Masa Kecil

Apa Penyebab Seseorang Mengalami NPD?Ilustrasi Orang NPD. (Foto: Freepik )

Selain pola asuh, pengalaman trauma juga bisa ikut berperan. Trauma ini tidak selalu berupa kejadian besar, tetapi bisa berupa penelantaran, kekerasan emosional, atau pengalaman lain yang membuat anak tumbuh dengan rasa percaya diri yang rapuh. Dalam banyak kasus, sikap narsistik justru muncul sebagai cara bertahan secara psikologis untuk menutupi rasa minder dan ketidakamanan yang sangat dalam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayoclinic

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Apa Penyebab Seseorang Mengalami NPD?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!